Beranda Uncategorized Khawatir Serangan dari Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Garda Nasional

Khawatir Serangan dari Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Garda Nasional

Khawatir Serangan dari Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Garda NasionalBeritabatam .com – Pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan mereka khawatir serangan orang dalam atau ancaman lain dari anggota yang bertugas dalam pengamanan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Kekhawatiran ini membuat FBI memeriksa 25.000 pasukan Garda Nasional yang dikerahkan ke Washington untuk pelantikan.

Upaya masif ini menggambarkan perhatian luar biasa terhadap keamanan menyusul penyerbuan Gedung Parlemen atau US Capitol pada 6 Januari lalu oleh pendukung Presiden Donald Trump.

 Hal ini juga menegaskan ketakutan bahwa orang yang seharusnya melindungi wilayah itu bisa menjadi ancaman bagi presiden yang akan datang dan para tamu VIP.

Pada Minggu, Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy menyampaikan kepada AP, para pejabat menyadari adanya potensi ancaman, dan dia memperingatkan para komandan untuk menyelidiki setiap masalah di satuannya mendekati hari H pelantikan. 

Sejauh ini, McCarthy dan pemimpin lainnya mengatakan mereka belum melihat ada bukti adanya ancaman, dan para pejabat mengatakan hasil pemeriksaan tak menemukan adanya indikasi ancaman seperti yang dikhawatirkan.

“Kami terus menjalankan prosesnya, dan melakukan pemantauan kedua, ketiga untuk setiap orang yang ditugaskan untuk operasi ini,” jelas McCarthy usai melakukan persiapan pelantikan, dilansir France 24, Senin (18/1).
Sekitar 25.000 anggota Garda Nasional mulai berdatangan di Washington dari seluruh AS. Jumlah pasukan ini dua kali lipat lebih dibandingkan pelantikan presiden empat tahun lalu.

Beberapa pejabat mengatakan proses pemeriksaan dimulai ketika pasukan Garda Nasional pertama mulai dikerahkan ke DC lebih dari seminggu yang lalu. Pemeriksaan ini dijadwalkan selesai pada Rabu.

“Kami perlu menerapkan semua mekanisme untuk memeriksa pria dan wanita yang akan mendukung operasi seperti ini secara menyeluruh,” kata McCarthy.
Dipicu pendukung Donald Trump

Ancaman orang dalam telah menjadi prioritas penegakan hukum yang terus-menerus sejak serangan 11 September 2001. Tetapi dalam sejumlah kasus, ancaman berasal dari pemberontak lokal yang diradikalisasi oleh Al-Qaidah, ISIS atau kelompok serupa lainnya. Sebaliknya, ancaman terhadap pelantikan Biden dipicu pendukung Presiden Donald Trump, militan sayap kanan, supremasi kulit putih, dan kelompok radikal lainnya.

Kepala Biro Garda Nasional, Jenderal Daniel R Hokanson telah bertemu dengan pasukannya saat mereka tiba di DC dan saat mereka berkumpul di pusat kota. Dia yakin pemeriksaan merupakan proses yang baik untuk mengidentifikasi potensi ancaman.

“Jika ada indikasi bahwa ada tentara atau penerbang kami yang mengungkapkan hal-hal yang merupakan pandangan ekstremis, itu akan diserahkan kepada penegak hukum atau segera ditangani dengan rantai komando,” jelasnya.

Dinas Rahasia bertanggung jawab atas keamanan acara, tetapi ada berbagai macam personel militer dan penegak hukum yang terlibat, mulai dari Garda Nasional dan FBI hingga Departemen Kepolisian Metropolitan Washington, Polisi Capitol AS, dan Polisi Lingkungan AS (US Park Police).

Komandan memeriksa setiap aspek dari keamanan kota yang rumit, McCarthy dan yang lainnya menanyakan bagaimana pasukan akan merespons dalam skenario apa pun dan seberapa baik mereka dapat berkomunikasi dengan lembaga penegak hukum lain yang tersebar di sekitar kota.
Prioritas nasional

Hokanson mengatakan yakin pasukannya telah diperlengkapi dan dipersiapkan secara memadai, dan mereka sedang berlatih sebanyak yang mereka bisa untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan.

Masalah keamanan utama adalah serangan individu kelompok bersenjata, serta bahan peledak yang ditanam dan perangkat lain.

McCarthy mengatakan laporan intelijen menunjukkan kelompok-kelompok sedang mengorganisir demonstrasi bersenjata menjelang Hari Pelantikan, dan mungkin setelah itu.

Sebagian besar anggota Garda akan dipersenjatai. Dan McCarthy mengatakan unit-unit akan melalui latihan berulang kali untuk berlatih kapan dan bagaimana menggunakan kekuatan dan bagaimana bekerja dengan cepat dengan mitra penegak hukum. Petugas penegak hukum akan melakukan penangkapan.

Tujuan utama dari berbagai persiapan ini agar proses peralihan kekuasaan berjalan lancar tanpa insiden.

“Ini adalah prioritas nasional. Kita harus sukses sebagai sebuah institusi,” ujar McCarthy.

“Kami ingin mengirimkan pesan kepada semua orang di Amerika Serikat dan seluruh dunia bahwa kami dapat melakukan ini dengan aman dan damai,” tutupnya. [pan]

 

- Advertisment -
- Advertisment -