Beranda EKONOMI KEUANGAN Motivasi Karyawan, Bagaimana Hukum Pemberian Gaji Disertai Bonus?

Motivasi Karyawan, Bagaimana Hukum Pemberian Gaji Disertai Bonus?

BERITABATAM.COM, Jakarta – Untuk memotivasi semangat para pegawai di sebuah perusahaan agar giat bekerja, beberapa perusahaan menerapkan sistem pembayaran gaji karyawannya dengan cara gaji pokok ditambah bonus yang merupakan hasil keuntungan perusahaan.

Namun bagaimana hukum pemberian gaji yang disertai bonus?

Dilansir dari buku Harta Haram Muamalat Kontemporer karya Erwandi Tarmizi, dan dikutip dari republika.com, jumlah bonus yang diberikan tersebut tidak tetap. Bisa sama dengan gaji pokok, namun bisa juga lebih kecil atau tidak ada sama sekali.

Karena jumlah bonus yang tidak tetap, tentunya berakibat kepada tidak tetapnya besar gaji yang diterima setiap bulan.

Dengan demikian, besarnya gaji yang diterima setiap bulannya tidak jelas pada saat akad kontrak kerja dibuat. Ketidak-jelasan besarnya gaji merupakan gharar dalam akad kontrak kerja.

Apakah gharar yang terdapat dalam akad kontrak kerja ini merusak keabsahan akad?

Adapun kriteria gharar yang merusak akad, yaitu keberadaannya dalam akad mendasar, dan bukan sebagai pengikut, bila keberadaannya dalam akad hanya sebagai pengikut maka tidak merusak akad.

Dalam pembayaran gaji dengan cara gaji pokok ditambah bonus sangat jelas bahwa gharar hanya terdapat dalam bonus, dan bukan gaji pokok yang jumlahnya tetap dan jelas sejak akad dibuat (Kaifiyyat Tahdid al Ujur fi Uqud al amal wa ta’jir al taqlidiyyah wa al mustahdatsah).

Dengan demikian maka keberadaan gharar hanyalah sebagai pengikut dalam akad. Dan gharar yang keberadaannya hanya sebagai pengikut tidak merusak akad.

Jadi, hukum pemberian gaji ditambah bonus boleh dan tidak dilarang, bahkan sangat menguntungkan kedua belah pihak, perusahaan dan karyawan. (*)

- Advertisment -