Beranda KEPRI BATAM BP Batam Perpanjang Kontrak Moya Indonesia untuk Pelayanan Air Bersih Masyarakat

BP Batam Perpanjang Kontrak Moya Indonesia untuk Pelayanan Air Bersih Masyarakat

BERITABATAM.COM, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam memperpanjang kontrak PT Moya Indonesia untuk mengelola dan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Batam.

Perihal untuk perpanjangan kontrak pengelolaan SPAM ini disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Kamis, 1 April 2021.

Ia mengatakan, adapun alasan dilakukannya perpanjangan tersebut dilakukan karena proses lelang membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Terkait SPAM, kita (PT Moya Indonesia) perpanjang tiga bulan lagi, karena kalau nunggu lelang waktunya bisa hampir satu tahun,” ujarnya seperti dikutip dari batampos.co.id.

Ia menjelaskan, perpanjangan PT Moya Indonesia untuk mengelola SPAM Batam juga telah dikonsultasikan dengan pihak kejaksaan dan itu diperbolehkan.

“Jadi nanti kita akan hire (menyewa) konsultan untuk melengkapi ini lagi dan sudah jalan. Isi materinya saya hanya minta BP tidak dirugikan nantinya,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini saat melakukan konsesi dengan pengelola SPAM Batam sebelumnya, BP Batam hanya mendapatkan Rp 28 miliar per tahun.

Nilai tersebut lanjutnya sangat kecil. Bahkan untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan waduk biayanya jauh lebih besar.

“Dengan pengalaman itu, saya betul-betul ingin menaikkan pertumbuhan pendapatan BP Batam. Karena ini (air) kepentingan rakyat, tidak untung pun tak masalah, tapi jangan nombok, tapi kalau boleh kita untung,” tuturnya.

Karena hal itu pula lanjutnya lelang pengelolaan SPAM Batam belum dibuka hingga saat ini.

“Mungkin bulan depan sudah dibuka. Nanti kita akan cari yang terbaik,” ujarnya.

Saat ini kata dia, banyak masyarakat yang komplain terhadap pelayanan yang diberikan PT Moya Indonesia masih dalam kategori wajar.

Ia memaparkan pengelolaan SPAM Batam diambil alih BP Batam pada 15 November 2020 lalu.

Sejak diambil alih BP Batam memberikan pengelolaan SPAM Batam kepada PT Moya Indonesia selama 6 bulan. Terhitung sejak November 2020 hingga pertengahan Mei 2021.

Dengan adanya perpanjangan kontrak selama 3 bulan, PT Moya Indonesia dipercaya oleh BP Batam untuk mengelola SPAM Batam hingga Agustus 2021.

Corporate Communication PT Moya Indonesia, Astriena Veracia, yang ditanyai mengenai perpanjangan kontrak yang diberikan BP Batam, belum menjawab pesan singkat yang dilayangkan kepada wartawan.

Namun sebelumnya, Via menyebutkan salah satu komitmen pihaknya dalam menegelola SPAM Batam adalah rutin melakukan perawatan-perawatan dan pengecekan terhadap semua peralatan, mesin serta pompa air dalam 24 jam.

Ia menjelaskan, petugas maintenance PT Moya Indonesia, siap siaga 24 jam untuk mengatasi kendala atau keluhan dari masyarakat.

Bahkan lanjutnya, petugas maintenance PT Moya Indonesia merupakan tenaga ahli yang sangat paham dan mengerti akan kondisi-kondisi mesin pompa yang dioperasikan oleh PT Moya, dalam mengalirka air ke para pelanggannya.

“Maintenance atau pemeliharaan menjadi kegiatan yang rutin dilakukan dan menjadi prioritas yang diupayakan untuk memastikan semua piranti teknis sebagai pendukung operasional pelayanan pelanggan senantiasa dalam kondisi terpelihara dengan baik,” paparnya.

Ia menjelaskan, setiap kondisi mesin dari jam ke jam, mendapat pantauan yang serius dan dicatat secara rutin.

“Sehingga jika ada gangguan teknis, kita dapat dengan mudah mengetahui di bagian mana yang rusak, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya,” jelasnya.

Terkait jika ada kendala air bersih di rumah-rumah pelanggan, ia mengimbau kepada semua pelanggan, untuk membuat laporan resmi ke SPAM Batam di nomor telepon 150155.

“Bisa melalui pesan WA ke nomor 08117780155, lengkapi dengan alamat pelanggan dan nomor pelanggan, agar petugas kami dapat dengan cepat melakukan pengecekan,” jamin Vera.

Namun jika keluhan disampaikan ke media sosial, maka Vera tidak dapat menjamin, berapa lama, keluhan itu dapat terpantau Moya.

“Lapor di jalur yang resmi yang sudah kita sediakan, jangan di media sosial, karena kami tidak begitu detail memantau sosmed,” ujarnya. (***)

- Advertisment -
- Advertisment -