Beranda KEPRI BINTAN Dengan Modal 100 Ribu, Pria Bintan Ini Sukses Budidayakan Ribuan Ekor...

Dengan Modal 100 Ribu, Pria Bintan Ini Sukses Budidayakan Ribuan Ekor Ikan Cupang

BERITABATAM.COM, BINTAN – Muhammad Safar, seorang pemuda warga Jalan Nusantara KM 20 Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, sukses mengembangkan usaha budidaya ikan cupang hias hingga ribuan ekor dengan modal awal hanya Rp 100 ribu.

Usaha budidaya ikan cupang dimulai saat dia dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Awalnya Safar sempat kalang kabut memikirkan nasibnya ke depan, terlebih Safar akan melepas masa lajang (menikah) dengan wanita idamannya. Tentunya segala sesuatu harus dipersiapkan.

Tak mau larut dalam keterpurukan, Safar mencoba sesuatu yang dapat menghasilkan. Ia pun berburu�informasi cara mendapatkan penghasilan di laman chanel Yotube. Hingga akhirnya sampai pada totorial pembudidayaan cupang hias.

“Saat itu, hanya itu dapat saya lakukan. Dengan modal sedikit tapi bisa menghasilkan. Kebetulan ikan termasuk hobi,” kata Safar dikutip dari batamclick.com.

Tak menunggu waktu lama, step by step cara yang ia lihat di Youtube mulai dipraktekkan. Ikan hias cupang yang sudah dibeli mulai dikawinkan. Ternyata hal itu membuahkan hasil, ikannya bertelur, tanda-tanda cuan pun hampir terlihat.

“Senang saya liat berhasil mengawinkan. Tapi belum sampai di situ, ternyata ada sedikit kendala saat telur mulai menetas. Saya ada masalah saat membesarkan anakan cupang hias ini, alhasil gagal,” cerita Safar.

Gagal itu tak membuat Safar putus asa, selang beberapa waktu Safar mulai mencoba lagi, namun gagal lagi. Terus begitu, sampai akhirnya Safar mahir dalam mengembangkan cupang hias.

“Banyak kali gagal saya, tapi akhirnya berhasil juga. Kalau di hitung hitung, modal yang saya keluarkan sekitar Rp 100 ribu, untuk membeli indukan cupang. Sekarang cupang saya udah ribuan ekor, alhamdullilah,” ujar Safar.

Gagal dan gagal dirasakan, namun Safar tak kenal kata putus asa. Berkat kegigihan dan ketekunannya itu, kini Safar mahir dalam membudidaya cupang hias. Koleksinya pun sudah banyak, sampai sampai ia sendiri kewalahan memberikan makan serta menggantikan airnya.

Untuk penjualan, Safar masih memanfaat media sosial. Mengingat uangnya belum cukup untuk menyewa atau pun membeli kios.

“Sekarang masih online, kadang-kadang kita lelang juga lewat live di Facebook. Untuk pendapatan alhamdulillah cukup,” timpal Safar.

- Advertisment -
- Advertisment -