
BERITABATAM.COM, Jakarta – Saat ini, aktivitas eropsi Gunung Ili Lewutolok terus terjadi peningkatan.
Dan aktivitas erupsi yang terjadi di Gunung Ili Luwotolok sudah terjadi tiga hari berturut-turut
Kamis, 15 September 2022 terjadi erupsi dengan ketinggian 700. Lalu, hari berikutnya terjadi kembali dengan ketinggian 2 kali lipat lebih.
“Hari ini terjadi tadi pagi,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Api Ili Lewotolok, Stanis Arakian, Sabtu, 17 September 2022.
Karena itu, pihaknya mengeluarkan beberapa rekomendasi, yakni dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga).
Dimana rekomendasinya, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas.
Diimbau aktivitas tidak dilakukan di dalam radius 3 km dari puncak/kawah, radius 3,5 km untuk sektor Tenggara, dan radius 4 km untuk sektor Timur dan Timur Laut.
Untuk masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona, katanya, agar selalu mewaspadai potensi ancaman.
“Waspada guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok,” ucap Stanis Arakian.
Selanjutnya, ia mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA).
Selain itu, tambahnya, abu vulkanik itu sendiri bisa gangguan kesehatan.
Maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.
Bahkan, persiapkan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. (redaksi)