Khususnya yang berkaitan dengan koleksi museum, kepada siswa secara langsung di lingkungan sekolah. “Saat ini masih banyak pelajar yang belum pernah mengunjungi museum. Karena itulah kami jemput bola lewat program ini. Anak-anak sekarang sangat minim informasi tentang sejarah dan budaya Tanjungpinang,” ujar Siti Umi, Rabu, 30 Juli 2025. Meski belum menjangkau seluruh sekolah di Kota Tanjungpinang, Umi mengapresiasi antusiasme tinggi dari pihak sekolah. Bahkan, beberapa sekolah mengusulkan agar kegiatan serupa dapat digelar dua kali dalam setahun. “Ada sekolah yang muridnya sama sekali belum pernah ke museum. Harapannya, dengan kehadiran kami ke sekolah, ke depan sekolah-sekolah juga bisa menginisiasi kunjungan belajar ke museum,” tambahnya. Program Museum Masuk Sekolah menjadi bentuk nyata komitmen Pemko Tanjungpinang dalam memberikan edukasi kebudayaan kepada generasi muda guna memperkuat kedekatan mereka dengan sejarah dan jati diri daerah. “Kami ingin museum lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Mereka perlu tahu sejarah kotanya sendiri agar tumbuh rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya,” tutup Umi. (ria fahrudin)




