KRI Bung Tomo dalam ASEAN Multilateral Naval Exercise (AMNEX 3/25) KRI Bung Tomo tiba di Pelabuhan Swettenham Piers Cruise Terminal (SPCT), Penang, pada 15 Agustus 2025, disambut oleh Konjen RI Penang beserta jajaran, perwira TNI, dan perwira Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM). Kapal ini berpartisipasi dalam AMNEX 3/25 dengan tema “Camaraderie and Coaction” (Persahabatan dan Kerja Sama), melibatkan 100 perwira dan awak kapal. Latihan ini bertujuan memperkuat interoperabilitas dan kesiapsiagaan armada ASEAN menghadapi tantangan keamanan maritim regional. Salah satu agenda utama adalah ASEAN Fleet Review 2025, yang diikuti 10 kapal perang negara-negara ASEAN dan ditinjau oleh Tuan Yang Terutama Tun Dato’ Seri Haji Ramli Bin Ngah Talib, Yang Di-Pertua Negeri Pulau Pinang serta pejabat militer tinggi ASEAN. Pada kunjungan kapal terbuka (open ship) 17 Agustus 2025, KRI Bung Tomo dikunjungi lebih dari 150 WNI di wilayah kerja KJRI Penang, menunjukkan peran diplomasi publik dan budaya dalam mempererat hubungan antarnegara ASEAN. KRI Bima Suci dalam ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2025 KRI Bima Suci tiba di Pelabuhan North Butterworth Container Terminal (NBCT), Penang, pada 17 Agustus 2025, disambut Pangko Armada I TNI AL, Gubernur AAL, Konjen RI Penang, serta 50 WNI perwakilan paguyuban, PPI, dan diaspora Indonesia. Kegiatan APCS 2025 mengusung tema “Friendship Over the Oceans”, diikuti 54 peserta (38 taruna dan 16 escort officer) dari 22 negara, termasuk 10 negara ASEAN dan 12 negara mitra seperti Jepang, India, Australia, dan Korea Selatan. APCS 2025 menjadi wadah pelatihan maritim komprehensif dan simbol komitmen Indonesia dalam mempromosikan kerja sama keamanan maritim, diplomasi pertahanan, dan hubungan antarmasyarakat. Rangkaian kegiatan KRI Bima Suci di Penang meliputi: Deck Reception dengan mitra TNI AL dan staf KJRI (17 Agustus). Kunjungan kehormatan ke Konjen RI Penang, Pengarah APMM Pulau Pinang, dan Resident Naval Officer TLDM (18 Agustus). Pertunjukan Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL di Padang Kota Lama (19 Agustus) untuk meningkatkan people-to-people contact melalui budaya. Dukungan KJRI Penang KJRI Penang memainkan peran pentong dalam memfasilitasi kunjungan kapal perang Indonesia dan delegasi TNI AL, khususnya dukungan logistik dan pelibatan masyarakat Indonesia. Keberhasilan kegiatan ini mencerminkan sinergi kuat antara diplomasi kelautan Indonesia dan perlindungan WNI di luar negeri. (ria fahrudin )




