BERITABATAM.COM, Batam – Respect Band asal Kota Batam menyuarakannya terhadap kondisi negara Indonesia dengan mengekpresikan diri melalui sebuah lagu.
Lagu berjudul ‘Negeri Kita’ berupa arasemen kritik sosial dan politik terhadap pemerintah dan pejabat negara.
“Terciptanya lagu “Negeri Kita” terinspirasi dari realita yang terjadi di Negara kita,” ujar Leader sekaligus vokalis Respect Band Kibo.
Lagu ‘Negeri Kita’ kata Kibo, menceritakan tentang keresahan masyarakat terhadap realita sosial politik yang ada di Indonesia saat ini.
Juga katanya, menyingkapkan kenyataan pahit tentang janji-janji pemimpin dan pejabat yang kerap tidak ditepati.
Hal ini kata dia, telah meninggalkan luka dan mengecewakan yang terus berulang di hati rakyat kecil,” kata Kibo.
Kibo dan rekannya Adhe Synanda, Abdul Kahar, Rendy dan Abdi, mengaku hanya bisa protes keadaaan dengan mengekpresikan diri lewat bait-bait lagu.
“Dibohongi oleh retorika kekuasaan dan dipaksa menjadi penonton di panggung besar di negeri sendiri.
Semua tertuang dalam umpan-umpan sederhana berjudul “Negeri kita,”terang kibo
Lagu yang Respect Band ciptakan, lanjut Kibo, mengadaptasi dari sebuah komposisi musik yang sudah ada.
Hal ini bertujuan untuk menghadirkan nuansa dan bentuk yang berbeda tanpa mengubah esensi lagu asli mengikuti perkembangan saat ini.
Sementara proses aransemen seperti melodi, harmoni, ritme, tempo serta penentuan penggunaan dan penempatan suara instrumen atau vokal yang berbeda.Sehingga menghasilkan karya musik yang lebih kaya dan menarik.
Lagu “negeri Kita’ karya Respect Band sebenarnya dibuat pada tahun 2016 silam.Namun diaransemen ulang dengan nuansa musik yang berbeda dari aslinya.
“Ya protes kami hanya bisa disampaikan lewat lagu ini, harapannya semoga negeri ini lekas memperbaiki segala kerusakan yang menjadi luka negeri kami.
Bagaimana pun juga kami tetap mencintai Indonesia, Karena kami lahir di sini dan berjuang mencari kehidupan,” harap kibo.
Personil Respect Band lainnya, Kahar, menambahkan setelah sekian lama bandnya berdiam diri karena kesibukan masing-masing.
Dan kini bandnya itu terasa bangkit kembali dan terpanggil untuk menyuarakan kegelisahan serta menceritakan rakyat Indonesia melalui bait-bait karyanya itu.
“Semoga karya kami lewat lagu “Negeri Kita” dapat didengar oleh pihak-pihak terkait.
Sebagai musisi sekaligus seniman lokal Batam, kami tak ingin kegelisahan rakyat Indonesia terus berlanjut,” tutupnya.
Seraya ia mohon doanya buat seluruh masyarakat Indonesia khususnya, agar bandnya itu terus dapat berkarya dan mewakili suara yang sumbang sehingga menjadi suara kebenaran kedepannya.
Sementara grup Respect Band terbentuk pada tahun 2010 lalu, dan kita telah mengubah aransemen ulang musiknya bergenre Rock Alternative. (ria fahrudin)




