BERITABATAM.COM, Anambas – Kematian seorang pegawai Imigrasi Tarempa bernama Harsyad (53) masih menyisakan misteri dan menggemparkan warga Kabupaten Kepulauan Anambas.
Harsyad ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di semak belukar Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, pada Jumat, 17 Oktober 2025
Penemuan jasad pria yang dikenal ramah itu sontak membuat warga sekitar heboh.
Banyak yang tak menyangka, sosok pegawai imigrasi itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan.
Menurut keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, Harsyad sempat dijemput oleh seorang pria tak dikenal sekitar pukul 02.00 dini hari. Hal itu dilihat langsung oleh abang iparnya.
“Abang iparnya lihat ada orang jemput pakai motor, tapi gak sempat nanya mau ke mana. Biasanya selalu nanya, tapi malam itu seperti terkunci mulutnya,” kata Ita, salah satu kerabat Harsyad, saat ditemui di rumah duka.
Ita menuturkan, pria yang menjemput Harsyad menggunakan motor matic kecil dan mengenakan jaket berpenutup kepala.
Wajahnya tidak terlihat jelas karena kondisi jalan gelap dan lampu motor redup.
Keluarga pun mencoba mencari tahu siapa sosok misterius tersebut.
Mereka juga memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar jalan menuju lokasi penemuan jasad, namun hasilnya masih kabur.
“CCTV sudah dicek, tapi belum jelas siapa orangnya. Masih samar,” ujar Ita lagi.
Sementara itu, Wan Zuhendra, keluarga dekat almarhum sekaligus mantan Wakil Bupati Anambas, mengatakan pihak keluarga telah berunding dengan kerabat di Tanjungpinang dan Natuna.
Hasilnya, jenazah Harsyad akan dimakamkan hari itu juga.
“Kami sepakat memakamkan almarhum hari ini. Kami ingin semuanya berjalan dengan tenang,” kata Wan.
Wan mengenang Harsyad sebagai sosok sederhana, baik, dan mudah bergaul. Meski bekerja sebagai pegawai pemerintahan, ia dikenal tidak sombong dan ramah kepada siapa pun.
“Dia orangnya baik, belum menikah sampai sekarang. Soal itu, biarlah jadi privasi almarhum,” ucapnya.
Terkait kondisi jasad saat divisum di RSUD Tarempa, Wan enggan berkomentar lebih jauh. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
“Kami serahkan sepenuhnya ke Polisi, termasuk kalau nanti ditemukan dugaan kekerasan,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Anambas, AKP Bambang Sutmoko, membenarkan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus tersebut.
“Kami masih lidik. Mohon waktu untuk bekerja,” ujarnya singkat.
Polisi telah menyita sejumlah barang milik Harsyad, termasuk telepon genggam dan dompet, sebagai barang bukti penyelidikan.
Diketahui, jasad Harsyad pertama kali ditemukan oleh Dedek, seorang pekerja toko bangunan, yang saat itu hendak mengantarkan material ke Harung Hijau, Kecamatan Siantan Selatan.
Saat melintas, Dedek melihat kaki manusia menjulur keluar dari semak-semak di tepi jalan. Ia kemudian berhenti dan memastikan temuan itu sebelum melapor ke atasannya, Andi, pemilik toko bangunan.
Laporan itu diteruskan ke pihak berwenang, termasuk tim ambulans yang dipimpin Raja Faisal, serta petugas kepolisian dan BPBD yang segera melakukan evakuasi.
Salah satu petugas BPBD menyebut, saat ditemukan, mata sebelah kanan Harsyad tampak kemerahan, menimbulkan dugaan adanya kekerasan sebelum kematian.
Namun, untuk kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian. (ria fahrudin)




