BERITABATAM.COM, Jakarta – Satu unit truk crane dilaporkan terguling di Jalan Abdullah Syafi’i, Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Jumat, 13 Maret 2026 pagi.
Peristiwa tergulingnya truk itu terjadi pada jam sibuk, memperparah kondisi lalu lintas yang memang padat di Jaksel.
Dalam unggahan Instagram @wargajakarta.id, pada hari yang sama, disebutkan truk crane itu roboh saat membongkar material tower crane di proyek pembangunan gedung.
“Hingga pukul 13.30 WIB, truk crane itu masih dalam kondisi terguling dan melintang di jalan,” demikian tertulis dalam postingan itu.
“Badan crane tersebut memakan sekitar setengah badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas di lokasi,” tambahnya.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Basuki Rahmat, Jakarta Timur menuju Kuningan, Jakarta Selatan mengalami kemacetan panjang.
Hingga kini, belum diketahui adanya korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penyebab robohnya mobil crane tersebut juga masih belum diketahui dan kini dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Tebet
Lantas, bagaimana kronologi kecelakaan yang melibatkan truk crane itu bermula hingga menyebabkan lalu lintas di Jaksel terganggu? Berikut ulasannya.
Kronologi Truk Crane Terguling
Berdasarkan laporan di lapangan, insiden ini bermula saat truk crane melaju di Jalan Abdullah Syafi’i.
Belum diketahui secara pasti penyebab truk crane terguling, namun dugaan awal mengarah pada hilangnya kendali atau masalah teknis pada kendaraan.
Terlihat, truk yang memiliki ukuran besar dan berat ini terguling ke samping, menutupi sebagian besar lajur jalan utama, menyebabkan kendaraan lain tidak dapat melintas dengan normal.
Lokasi kejadian yang strategis di depan SDN 07 Tebet membuat dampak kemacetan terasa signifikan.
Hal itu, terutama bagi kendaraan yang hendak melintas ke arah Casablanca atau Kuningan.
Hingga kini, petugas kepolisian dari wilayah Jakarta Selatan telah tiba di lokasi untuk mengamankan area dan mengatur lalu lintas.
Dampak Kemacetan hingga Proses Evakuasi
Dalam insiden ini, dampak kemacetan akibat kecelakaan truk terguling di Tebet tersebut menjadi perhatian serius bagi pengendara.
Mengingat, ruas Jalan Abdullah Syafi’i adalah arteri vital yang menghubungkan area Tebet dengan kawasan bisnis Casablanca dan Kuningan.
Penutupan sebagian jalur karena insiden ini secara otomatis memicu antrean panjang kendaraan yang tidak dapat bergerak.
Di sisi lain, proses evakuasi truk crane yang terguling itu membutuhkan waktu dan peralatan khusus karena bobotnya yang besar dan berat.
Hingga pukul 15.30 WIB, tim gabungan dari kepolisian lalu lintas Jakarta Selatan dan unit derek dilaporkan masih berupaya melakukan evakuasi di lokasi kejadian. (ria fahrudin)




