BERITABATAM.COM, Kepri – Gubernur Kepri Ansar Ahmad jadi narasumber program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 24 Apri 2026.
Ia membahas pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun sebagai motor ekonomi dan magnet investasi di wilayah perbatasan.
Dalam dialog “Tangan Dingin dalam Membangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Karimun di Perbatasan Indonesia”, Ansar yang juga Ketua Dewan Kawasan KPBPB memaparkan strategi percepatan.
Mulai dari penguatan iklim investasi, pembangunan infrastruktur, hingga optimalisasi posisi strategis Kepri di jalur perdagangan dunia.
“KPBPB Bintan dan Karimun kita siapkan sebagai kawasan ramah investasi. Ada insentif fiskal, percepatan perizinan, dan dukungan infrastruktur agar investor nyaman tanam modal di Kepri,” ujar Ansar.
Keunggulan kawasan ini ada pada insentif fiskal kompetitif, kemudahan layanan via Badan Pengusahaan dan sistem OSS, serta dukungan kawasan industri, maritim, dan pariwisata.
Posisi Kepri di Selat Malaka yang jadi jalur pelayaran tersibuk dunia juga jadi nilai tambah strategis.
“Kepri di titik strategis perdagangan global. Ini peluang ekonomi besar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Pemprov Kepri terus dorong Batam-Bintan-Karimun (BBK) jadi hub logistik internasional untuk tingkatkan nilai investasi, arus barang dan penumpang, serta kunjungan wisatawan.
Realisasi investasi BBK saat ini mencapai 4,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,38 triliun.
“Capaian ini bukti kepercayaan investor tumbuh. Tapi potensi Bintan dan Karimun masih sangat besar,” kata Ansar.
Pengembangan KPBPB didukung Perpres Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK dan sejumlah kawasan strategis di Bintan-Karimun.
Ansar menyebut kunci suksesnya ada pada sinkronisasi pusat-daerah dan sinergi semua pihak.
“Kalau pemerintah pusat, daerah, BP, dan stakeholder satu visi, saya yakin Bintan dan Karimun jadi kawasan investasi kelas dunia,” tegasnya.
Ansar menegaskan pembangunan KPBPB bukan hanya untuk Kepri, tapi untuk daya saing Indonesia.
“Kepri adalah beranda depan Indonesia. Yang kita bangun di sini untuk kepentingan bangsa dan negara,” tutupnya. (ria fahrudin)




