BERITABATAM.COM, Cilacap – Kamis kemarin, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, sengaja “cabut” sebentar dari rutinitas di Cilacap.
Bukan liburan, tapi buat belajar langsung ke Deane Jaya Hidrofarm kebun melon hidroponik yang panennya cuma butuh 70 hari.
Di dalam greenhouse itu, Lis melihat sendiri bagaimana melon ditanam tanpa tanah.
Suhu, cahaya, sampai kelembapan diatur pakai teknologi. Atapnya pakai plastik UV, dindingnya jaring anti serangga. Hasilnya, buah tumbuh cepat, seragam, dan risikonya minim hama.
“Pertanian hidroponik seperti ini sangat potensial dikembangkan karena selain efisien, masa panennya juga relatif singkat,” kata Lis saat meninjau lokasi.
Yang bikin tertarik, sistem ini hemat air dan nutrisi, tapi hasilnya premium. Buat Lis, ini bukan cuma soal ketahanan pangan.
Hidroponik bisa jadi peluang usaha baru yang cocok buat anak muda Tanjungpinang.
“Kita ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan pertanian modern ini dijalankan, sehingga nantinya dapat menjadi referensi untuk pengembangan di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Pemilik kebun, Bowo Setiono, menyambut baik kunjungan itu. Menurutnya, kunci budidaya melon hidroponik ada di pengelolaan nutrisi dan perawatan yang terukur, mulai dari bibit sampai panen.
Harapannya sederhana: inovasi pertanian modern ini bisa bikin sektor pertanian lebih menarik, produktif, dan bernilai ekonomi. Jadi generasi muda nggak ragu lagi buat terjun ke dunia tani.
Kalau berhasil diadopsi, lahan di Tanjungpinang bisa dioptimalkan jadi sumber ekonomi baru yang lebih produktif. (offy )




