BERITABATAM.COM, Kepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mempertegas komitmen mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui program konkret di daerah.
Hal itu disampaikan Sekdaprov Kepri Misni usai mengikuti talk show Peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar Kementerian PPPA RI, Kamis, 30 April 2026.
“Kami di daerah berupaya menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program-program yang konkret dan tepat sasaran, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak,” ujar Misni dari Ruang Kerja Sekda, Lantai 3 Kantor Gubernur Kepri.
Misni menilai peran perempuan di Kepri semakin strategis, baik di sektor ekonomi maupun sosial. Karena itu, dukungan berkelanjutan diperlukan agar perempuan berdaya dan mandiri.
“Perempuan di Kepri memiliki potensi besar yang harus terus didorong. Dengan pemberdayaan yang tepat, mereka dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” tegasnya.
Terkait perlindungan, Sekda menegaskan Pemprov Kepri terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan diskriminasi.
“Kami terus memperkuat sistem perlindungan, baik melalui regulasi maupun layanan pendampingan, agar perempuan dan anak di Kepri merasa aman dan terlindungi,” tambah Misni.
Talk Show “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”
Talk show virtual tersebut dibuka langsung Menteri PPPA RI Arifah Fauzi dari Gedung KemenPPPA RI, Jakarta.
Kegiatan ini jadi bagian rangkaian Hari Kartini 2026 dengan tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” dan diikuti pemangku kepentingan pusat hingga daerah.
Menteri Arifah menyebut Hari Kartini harus jadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata.
“Semangat Kartini harus terus kita hidupkan dalam setiap langkah pembangunan. Perempuan Indonesia harus memiliki akses yang setara dalam pendidikan, ekonomi, dan pengambilan keputusan,” kata Arifah.
Ia menekankan kolaborasi pusat-daerah kunci menciptakan lingkungan aman dan inklusif.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan komitmen bersama untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan optimal serta kesempatan yang adil,” ujarnya.
Arifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dari keluarga, kita bisa mulai menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang perempuan dan anak,” tegasnya. (ria fahrudin)




