BERITABATAM.COM, Cilacap – Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse Derived Fuel Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu, 13 Mei 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat referensi dan inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui teknologi modern.
Dalam pemaparan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, TPST RDF Jeruklegi mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen bekerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia.
Fasilitas ini juga mendapat dukungan Pemerintah Denmark sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu.
Kabupaten Cilacap menghasilkan timbulan sampah sekitar 993 ton per hari dari 2.070.417 jiwa penduduk pada semester I 2026. Sekitar 21,35 persen dari total sampah telah dikelola melalui sistem penanganan dan pengurangan.
Lis Darmansyah menilai sistem RDF menjadi langkah strategis untuk penanganan sampah di daerah.
“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Dibutuhkan inovasi dan teknologi agar sampah memiliki nilai manfaat sekaligus mengurangi beban lingkungan,” katanya.
TPST RDF Jeruklegi dibangun dengan nilai proyek sekitar Rp84 miliar dan dilengkapi mesin pencacah, drying bay, mesin pengayak, serta teknologi bio drying membrane.
Teknologi tersebut mampu mengolah sampah menjadi RDF dalam waktu sekitar 21 hari sebelum digunakan sebagai bahan bakar alternatif industri semen.
Lis berharap pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berorientasi pada penanganan akhir, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi sirkular dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi sampah dari sumbernya. (ria fahrudin)




