BERITABATAM.COM, Tanjungpinang – Selasa pagi 12 Mei 2026 di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah terasa berbeda.
Sejumlah pemangku kebijakan duduk satu meja membahas satu hal penting, kesehatan seluruh warga Tanjungpinang.
Sekretariat Daerah Pemko Tanjungpinang menggelar Rapat Forum Komunikasi BPJS Kesehatan Tahun 2026.
Rapat dipimpin langsung Sekda Zulhidayat, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Kota Tanjungpinang Nara Grace beserta jajaran dan instansi terkait.
Bagi Zulhidayat, forum ini bukan sekadar rapat rutin. Ini ruang strategis untuk menyamakan langkah agar jaminan kesehatan benar-benar dirasakan warga.
“Kebijakan yang kita jalankan harus tepat sasaran, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pemko menegaskan komitmennya mendukung pelayanan kesehatan lewat sinergi kuat, dari pemerintah, BPJS, fasilitas kesehatan, hingga perangkat kelurahan yang paling dekat dengan warga.
Dalam forum, Nara Grace menjelaskan soal Universal Health Coverage (UHC).
Tujuannya sederhana tapi penting: semua penduduk bisa berobat layak tanpa takut soal biaya.
Ia juga mengurai soal Peserta PBI yang iurannya ditanggung pemerintah, serta PBPU Pemda yang dibiayai APBD.
Soal reaktivasi PBI JK, Nara menyebut proses itu wajar dilakukan pusat karena pemutakhiran data.
Bisa karena pindah domisili, perubahan ekonomi, atau data DTKS yang perlu disesuaikan.
Karena itu, data akurat dari kelurahan jadi kunci.Menanggapi itu, Zulhidayat meminta proses reaktivasi dikaji hati-hati.
“Di lapangan masih banyak warga yang butuh dukungan jaminan kesehatan dari pemerintah,” tegasnya.
Ia juga menitip pesan ke BPJS dan klinik mitra agar lebih memberi perhatian ke perangkat kelurahan.
“Mereka garda terdepan pendataan. Paling tahu kondisi riil warganya,” kata Zulhidayat.
Forum ini ditutup dengan harapan besar, semua pihak satu langkah, satu komitmen. Demi layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkelanjutan untuk warga Tanjungpinang. (offy)




