BERITABATAM.COM, Tanjungpinang – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai diperkenalkan kepada pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang untuk mempercepat pengembangan produk, memperluas pemasaran, dan meningkatkan daya saing di pasar nasional.
Hal itu disampaikan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat membuka pelatihan AIM ASEAN AI bagi pelaku UMKM di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Rabu 5 Agustus 2026.
Pelatihan bertema “Meningkatkan Kapasitas dan Daya Saing UMKM Tanjungpinang Melalui Adopsi Teknologi AI” dibuka Anggota DPD RI Komite IV Dapil Kepri Dwi Ajeng Sekar Respaty.
Lis menegaskan perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Pelaku UMKM harus beradaptasi agar tidak tertinggal.
“Teknologi ini suka tidak suka harus kita ikuti. AI bisa membantu membuat desain produk lebih cepat, menyusun materi promosi, hingga membangun citra produk sehingga pekerjaan lebih efisien,” ujar Lis.
Menurutnya, AI kini tidak hanya untuk perusahaan besar. Pedagang, nelayan, industri kreatif, hingga generasi muda juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas.
Pengembangan UMKM disebut Lis sebagai kunci menjaga perputaran ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal.
“Sekitar 89 persen daerah menghadapi keterbatasan fiskal. Di Kepri, daerah dengan pertumbuhan ekonomi relatif baik hanya Batam. Karena itu UMKM harus terus kita kembangkan,” katanya.
Pemko Tanjungpinang menyiapkan 10 produk unggulan UMKM yang akan diluncurkan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.
Pemerintah juga menjajaki kerja sama dengan jaringan ritel modern agar produk lokal memiliki akses pasar lebih luas.
Lis menyebut produk khas seperti lakse beku, abon gonggong, sambal gonggong, dan olahan otak-otak berpeluang dipasarkan nasional. Namun pelaku usaha harus menjaga kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan secara konsisten.
Selain akses pasar, Pemko juga akan membantu peningkatan kualitas kemasan melalui penyediaan peralatan dengan dukungan program CSR perusahaan.
“Kalau biaya kemasan terlalu tinggi, harga produk ikut mahal dan daya saing turun. Ini yang akan kita benahi,” tambahnya.
Program pengembangan UMKM unggulan akan terus dilanjutkan dengan menambah produk di tahun berikutnya.
Produk yang memenuhi standar akan diperkenalkan dalam kegiatan pemerintah, termasuk saat menerima tamu daerah.
Sementara itu Dwi Ajeng Sekar Respaty menjelaskan UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Data Kemenkop UKM 2026 mencatat 64,2 juta unit UMKM dengan kontribusi 61,07 persen terhadap PDB dan menyerap 117 juta tenaga kerja.
Di Tanjungpinang sendiri terdapat lebih dari 10 ribu pelaku UMKM di sektor perdagangan, kuliner, kerajinan, fesyen, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Pelatihan ini diikuti 400 peserta dalam dua gelombang, 5 dan 6 Agustus 2026. Peserta mendapat materi dan pendampingan dari trainer AIM ASEAN dan Kumpul Impact.
Turut hadir Wawako Raja Ariza, Kadiskop UKM Kepri Riki Rionaldi, Sekda Zulhidayat, kepala OPD, serta perwakilan JNE. (Offy)




