BERITABATAM.COM, Jakarta – MotoGP akan memasuki era baru pada 2027 dengan mesin 850cc dan sejumlah perubahan teknis besar.
Namun Ducati ternyata pernah mengusulkan konsep lebih radikal: penggunaan teknologi hybrid seperti Formula 1.
Regulasi MotoGP 2027 memang mengubah banyak hal. Kapasitas mesin turun dari 1000cc ke 850cc, perangkat ride height dan holeshot dilarang, serta wajib menggunakan bahan bakar nonfosil.
General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, justru punya gagasan berbeda.
Dalam wawancara dengan GPOne pada 2024, ia menilai penggunaan teknologi hybrid bisa jadi langkah positif untuk efisiensi mesin dan mendorong perkembangan teknologi sepeda motor.
“Menurut saya, sedikit penggunaan teknologi hybrid akan menjadi langkah positif,” ujar Dall’Igna.
Ia mengakui tantangan terbesarnya ada di biaya pengembangan yang sangat tinggi.
Karena itu ia mengusulkan penggunaan pemasok tunggal untuk komponen hybrid termahal agar biaya bisa ditekan.
“Jika kita mencoba membatasi biaya keseluruhan komponen tersebut, mungkin dengan menggunakan satu pemasok untuk bagian yang paling mahal, itu akan menjadi inovasi yang menarik bagi dunia sepeda motor,” tuturnya.
Bagi Dall’Igna, efisiensi energi adalah arah masa depan. Ia mencontohkan energi pengereman pada motor produksi yang selama ini terbuang menjadi panas.
“Saya pikir sangat bodoh membuang energi melalui rem yang hanya mengubahnya menjadi panas, padahal energi tersebut bisa dipulihkan,” katanya.
Meski begitu, Ducati tetap akan mengikuti regulasi 850cc mulai 2027.
Gagasan hybrid dari Dall’Igna berpotensi kembali dibahas jika MotoGP ingin membuka ruang lebih besar bagi elektrifikasi. (ria fahrudin)




