BERITABATAM.COM, Karimun – Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) menyelesaikan eksplorasi populasi alami Richetia blumutensis di kawasan Gunung Jantan dan Gunung Betina, Kabupaten Karimun.
Kegiatan ini dilakukan KPHP Unit I Karimun, KPHL Unit II Batam, Serindit Philosophy Centre dan Universitas Riau.
Pelaksanaan kegiatan yang mendapat dukungan PT Cipta Persada Mulia ini berlangsung pada 30 Agustus hingga 1 September 2026.
Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi 18 pohon indukan dan mengamankan 300 material genetik dari tiga lokasi di Kawasan Hutan Lindung Gunung Jantan Betina Kabupaten Karimun.
Richetia blumutensis (Foxw.) P.S.Ashton & J.Heck., sebelumnya dikenal sebagai Shorea blumutensis Foxw, merupakan jenis Dipterocarpaceae dengan status Vulnerable (VU) pada IUCN Red List.
Secara alami, jenis ini diketahui memiliki sebaran yang sangat terbatas, yaitu di Gunung Blumut, Malaysia, serta Gunung Jantan dan Gunung Betina di Pulau Karimun, Indonesia.
Keberadaannya di Pulau Karimun telah tercatat sejak 1933 melalui koleksi herbarium dan catatan botani.
Kondisi tersebut menjadikan pengamanan sumber daya genetik jenis ini penting, terutama di tengah perubahan peruntukan dan fungsi sebagian kawasan Hutan Lindung Gunung Jantan dan Gunung Betina berdasarkan SK.764/MENLHK/SETJEN/PLA.2/7/2023.
Pada setiap lokasi, yaitu Kolam Renang Tamara, Air Terjun Pongkar, dan kawasan Sepedas , tim mengidentifikasi enam pohon indukan dengan kondisi sehat, berukuran besar, serta tidak menunjukkan gangguan hama, penyakit, maupun kerusakan fisik.
Sebanyak 300 material berupa stump dan biji kemudian dibawa ke Batam dan langsung disemai pada 1 September 2026.
Material saat ini berada di nursery Serindit Philosophy Centre untuk melalui tahap recovery sekurangkurangnya empat bulan sebelum dipersiapkan untuk penanaman.
Material hasil eksplorasi selanjutnya akan digunakan untuk pengembangan Demplot Permanen Area Produksi Benih (APB) R. blumutensis seluas 0,5 hektare di Petak Khusus Arboretum Hutan Lindung Sungai Harapan, Batam.
Zona inti APB membutuhkan 139 tanaman dengan jarak tanam 6 × 6 meter, serta dilengkapi tanaman untuk penyulaman dan buffer di sekeliling zona inti untuk mendukung perlindungan dan integritas sumber benih.
Eksplorasi juga menghasilkan data mengenai karakter pohon, kondisi habitat, regenerasi alami, vegetasi sekitar, tanah, topografi, tutupan kanopi, dan karakter lingkungan lainnya.
Data tersebut akan digunakan untuk mendukung analisis synecology dan autecology R. blumutensis sekaligus membantu menentukan kesesuaian tapak bagi pengembangan APB di Batam.
Kegiatan ini menghubungkan pengelolaan kawasan Gunung Jantan dan Gunung Betina oleh KPHP Unit I Karimun dengan pengembangan konservasi ex situ di Hutan Lindung Sungai Harapan oleh KPHL Unit II Batam.
Kolaborasi bersama Serindit Philosophy Centre, Universitas Riau dan dukungan PT Cipta Persada Mulia menjadi bagian dari upaya pengamanan sumber daya genetik, pengembangan sumber benih, serta penguatan konservasi R. blumutensis di Kepulauan Riau. (ria fahrudin)




