BERITABATAM.COM, Jakarta – Komitmen terhadap kualitas, kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan PLN Batam.
Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi melalui ajang Indonesia QHSE Sustainability for Business Awards (IQSA) 2026 yang digelar Majalah Business Asia Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Dalam ajang tersebut, PLN Batam meraih dua penghargaan korporasi, yakni The Best QHSE Environmental Sustainability & Energy Efficiency 2026 dan The Best QHSE Digital Innovation and Safety Management 2026.
Apresiasi juga diberikan kepada VP K3L PLN Batam, Rosa Darman yang meraih penghargaan The Best QHSE Leadership Safety Excellence 2026.
Tiga penghargaan ini menunjukkan bahwa penerapan QHSE di PLN Batam tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga diterjemahkan melalui inovasi, pengawasan, dan keteladanan kepemimpinan.
Sebagai perusahaan yang memiliki visi menjadi penyedia listrik terbaik dan solusi terintegrasi di Asia Tenggara, PLN Batam menempatkan keandalan layanan dan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam menjalankan bisnis.
Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pengawasan pekerjaan di lapangan.
PLN Batam menyediakan Body Worn Camera (BWC) bagi pengawas pekerjaan di lingkungan Unit Distribusi.
Perangkat tersebut memungkinkan Inspektor K3 melakukan pemantauan secara lebih efektif, termasuk melakukan inspeksi secara remote, mengingat lokasi pekerjaan yang tersebar.
“Pendekatan serupa diterapkan di Unit Pembangkit dan Transmisi. Pengawasan pekerjaan diperkuat melalui kombinasi CCTV dan BWC, sehingga aktivitas di lapangan dapat dipantau tanpa selalu mengharuskan petugas K3 berada langsung di setiap lokasi,” ujar Vice President Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT PLN Batam, Rosa Darman.
Pesan Keselamatan Hadir Setiap Hari
Menurutnya, membangun budaya keselamatan juga membutuhkan komunikasi yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, PLN Batam menjalankan campaign pesan keselamatan harian melalui berbagai saluran internal.
Pesan-pesan keselamatan dikemas dalam bentuk poster yang menarik dan disebarluaskan melalui media SCOPE serta WhatsApp Group.
”Penguatan budaya keselamatan juga dimulai dari jajaran manajemen. PLN Batam memiliki program safety culture yang mewajibkan manajer unit dan senior leader melakukan walkthrough di area kerja,” ujar Rosa.
Dalam kegiatan tersebut, pimpinan tidak hanya melakukan inspeksi, tetapi juga memberikan lesson learned, mengidentifikasi potensi perbaikan, sekaligus menjadi contoh penerapan keselamatan bagi seluruh pegawai.
Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan melalui cascading improvement K3L di unit-unit bisnis.
Program diawali dengan penetapan budaya keselamatan sebagai bagian dari aktivitas unit.
Selanjutnya, dilakukan Safety Management Patrol oleh Ranger Master/Leader.
Kegiatan ini mencakup tindak lanjut hasil diagnostik, pemeriksaan kelengkapan alat pelindung diri, mentoring, hingga pengecekan kesiapan kompetensi personel.
Pimpinan juga secara langsung menyampaikan pesan K3 di lapangan serta melakukan walkthrough untuk menunjukkan keteladanan keselamatan.
PLN Batam juga mendorong peningkatan kompetensi dan budaya HSE bagi seluruh pemangku kepentingan internal maupun pelaksana pekerjaan melalui safety briefing, safety patrol, dan safety induction.
Temuan terkait unsafe action dan unsafe condition juga dipantau secara berkelanjutan agar setiap persoalan yang ditemukan tidak berhenti pada laporan, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran manajemen PLN Batam untuk mewujudkan zero accident.
Keselamatan ditempatkan sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan kombinasi antara kepemimpinan, kompetensi, pengawasan, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi. (***)




