BERITABATAM.COM, Subang – Video yang menunjukkan kemarahan siswa SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat tengah viral di media sosial.
Kemarahan tersebut ditujukan kepada salah satu oknum guru yang diduga telah melakukan tindak pelecehan kepada salah satu siswinya.
Para siswa meluapkan kemarahan setelah upacara bendera pada Senin, 7 September 2026 dengan meneriaki terduga pelaku hingga mengejar sampai gerbang sekolah saat diduga akan kabur.
Demo Siswa Tuntut Klarifikasi
Ratusan siswa dalam video yang beredar menuntut klarifikasi dari oknum guru berinisial AT mengenai dugaan tindakan pelecehan pada salah satu siswi.
AT yang disebut sebagai guru Matematika itu juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan.
Para siswa juga melontarkan kata ‘Cabul’ dan menyindir dengan memanggil ‘Ayah’, seperti dengan pesan tangkapan layar yang beredar di media sosial.
Selebaran ‘Waspada Guru Cabul’
Tak hanya video demo siswa, dalam unggahan Instagram @infojalurpantura_ juga terlihat selebaran bertuliskan ‘Waspada! Guru Cabul’ yang turut menyertakan foto terduga pelaku.
Dalam selebaran itu tertulis juga modus terduga pelaku, yakni memanfaatkan posisi sebagai guru dan Wakasek Kesiswaan untuk mendekati siswa.
Selain itu, juga membujuk siswa dengan alasan bimbingan belajar atau tugas tambahan, dan melakukan tindakan pelecehan di area sekolah.
“Himbauan untuk siswa & orang tua: Lapor segera ke pihak berwajib atau pihak sekolah jika Anda atau anak Anda menjadi korban,” tulis keterangan dalam selebaran itu, dikutip dari Instagram @oinfojalurpantura_ pada Selasa, 8 September 2026.
Isi Chat Terduga Pelaku yang Viral
Pesan chat terduga pelaku tersebar dengan banyak permintaan maaf dan meminta agar tidak mengadukan pada orang lain.
“Maafkan ayah ya sayang. Kalau ayah salah atau enggak suka, (nama korban) lebih baik bilang atau tegur ayah,” tulis pesan tersebut.
“Ayah lebih senang seperti itu, tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama,” sambungnya.
Hari berikutnya, terduga pelaku mengirim lagi pesan menanyakan alasan korban tidak masuk sekolah dan tetap meminta maaf.
Terduga Pelaku Diamankan di Polsek Pamanukan
Petugas Polsek Pamanukan mendatangi sekolah usai kabar demo siswa berlangsung ricuh dan mengamankan oknum guru.
Oknum guru dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelecehan tersebut.
“Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, oknum guru tersebut sudah kita amankan dan sudah kita mintai keterangan,” kata Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin.
Pihak Polsek Pamanukan menyebut terduga pelaku telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang untuk diperiksa lebih lanjut.
Kronologi Dugaan Pelecehan pada Siswa SMAN 1 Pamanukan
Sebuah tulisan berupa pesan chat pun turut beredar, memperlihatkan kronologi yang diduga ditulis oleh korban saat peristiwa tersebut terjadi.
Dimulai dari terduga korban yang dipanggil ke ruang guru, ia tak merasa curiga karena ruangan tersebut ramai dengan orang, termasuk siswa maupun guru lainnya.
Ketika sampai di ruang guru, korban tak tahu alasan pemanggilannya lantaran terduga pelaku sedang berbicara dengan siswa lainnya dan ia pun menunggu di salah satu kursi, lalu tertidur akibat cukup mengantuk.
“Posisi aku tidur tuh duduk di kursi terus badannya ke meja gitu. Padahal, baju aku tertutup, aku pakai jas, aku pakai kerudung, pakaianku enggak mengundang nafsu sama sekali,” tulis pesan dalam chat itu.
Korban terbangun ketika merasa terduga pelaku mulai menyentuh tubuhnya hingga ke bagian sensitif.
“Pokoknya aku tidur nyenyak. Terus aku ke-distract karena dia elus tangan aku, nyium muka aku di bagian mata, jari dia megang bibir aku sambil dimainin bibir akunya. Tangan satunya masuk ke dalam baju aku, bener-bener masuk ke dalam,” imbuhnya.
Korban merasa dirinya tak bisa berkutik dan berpura-pura tidur, sampai akhirnya berhasil keluar dari ruangan tersebut untuk mencari pertolongan.
“Aku sempet ditahan, tapi aku berhasil keluar dengan kondisi gemetar. Aku nyari siapapun dan ketemu K di lapangan. Aku meluk K, aku nangis,” sambungnya.
Korban kemudian dibawa oleh temannya ke ruang OSIS untuk menenangkan diri.
Sementara itu, pihak sekolah SMAN 1 Pamanukan belum memberikan keterangan mengenai aksi demo yang dilakukan siswa maupun dugaan pelecehan oleh oknum gurunya. (***)




