BERITABATAM.COM, Jakarta – Upaya evakuasi korban tenggelamnya kapal Virgin Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa masih terus dilakukan.
Hingga pencarian hari ke-12, Basarnas pun telah menerjunkan tim khusus, yakni para penyelam dari Basarnas Special Group (BSG).
Tim penyelam memecahkan bagian kaca kapal untuk bisa menarik para korban yang terjebak saat kapal tenggelam.
Media sosial Basarnas pun beberapa kali mengunggah video proses evakuasi di bawah laut.
Para penyelam menggunakan palu untuk memecahkan kaca kapal.
Mengapa Kaca Kapal Tidak Ditembak?
Salah satu anggota tim penyelam, Ega Prasutia, menjelaskan bahwa petugas tidak bisa menggunakan tembakan untuk memecahkan kaca kapal.
Hal itu ia jelaskan ketika menjawab pertanyaan warganet mengenai penggunaan senjata api untuk memecahkan kaca.
“Ribet, bawa pistol tinggal dor dor pecah tuh semua,” tulis salah satu warganet dengan akun @alg******y.
Pras kemudian menjelaskan bahwa senjata api tidak bisa digunakan lantaran perbedaan tekanan di dalam air.
“Pada kedalaman 30 meter, tekanan hidrostatis air laut mencapai 4 atm. Di udara umumnya peluru pistol melesat ratusan meter, tapi di kedalaman 30 meter, umumnya peluru hanya bisa melesat 30 sampai 50 centimeter,” ujar Pras dalam video yang diunggah diunggah di Instagram @egaprasutiaa, dikutip pada 25 September 2026.
“Terus, risikonya juga tinggi. Pistol kemungkinan rusak, meledaknya bisa di tangan bukan di kaca. Kalau bisa, udah dari kemarin pakai,” imbuhnya.
Update Evakuasi Korban Kapal Virgo Transport 8
Adapun hingga Kamis, 24 September 2026 malam pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 150 korban telah ditemukan.
Rinciannya terdiri atas 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia, sementara 93 korban masih dalam proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes yang tertulis di kapal Virgo Transport 8.
Tim SAR menyebut bahwa kondisi di bawah laut mendukung pelaksanaan penyelaman karena jarak pandang relatif jernih dan arus rendah, meskipun angin dan gelombang di permukaan laut cukup kuat.
“Penyelam yang kemarin mungkin sudah sempat memecah kaca-kaca ruangan, tadi dilanjutkan lagi beberapa kaca dipecah sehingga bisa menarik korban yang ada di dalam ruangan,” ungkap Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Kamis, 24 September 2026.
Bangkai Kapal Miring, Risiko Evakuasi Masuk ke Ruangan Kapal
Lebih lanjut, dalam proses evakuasi terungkap bahwa masih ada pergerakan pada badan kapal, sehingga keselamatan penyelam dan rescuer menjadi prioritas selama pencarian di bawah air.
Fakta tersebut berdasarkan hasil penggunaan teknologi remotely operated vehicle (ROV) untuk memantau kondisi kapal dan mitigasi proses evakuasi.
“Tim SAR terus memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal karena posisi KM Virgo di bawah laut masih miring, penyelam menghindari sisi lambung bawah karena berisiko,” tukasnya. (***)





