BERITABATAM.COM, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong pelaku UMKM memperkuat pengelolaan usaha, kualitas produk, dan pemasaran agar mampu bersaing.
Hal itu disampaikan saat membuka Workshop UMKM Penerima Subsidi Margin di Hotel Nagoya Hill, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kegiatan bertema “Menuju UMKM Naik Kelas” itu juga dirangkaikan penyerahan simbolis bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi UMKM penerima pembiayaan.
Amsakar mengatakan pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi.
“Pemberdayaan UMKM adalah jalan utama agar usaha rakyat bisa bangkit dan tumbuh seiring dengan industri besar,” ujarnya.
Menurutnya, ada lima aspek yang harus diperkuat: tata kelola usaha, kapasitas SDM, akses permodalan, kualitas produk dan kemasan, serta pemasaran.
Ia menyebut ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen di semester I 2026, kemiskinan turun jadi 3,81 persen, IPM 83,8, dan investasi hampir Rp40 triliun.
Kondisi ini menjadi peluang UMKM memperluas pasar, termasuk lewat digital marketing.
Direktur BRK Syariah Helwin Yunus mengatakan program pembiayaan subsidi margin 0 persen hasil kerja sama Pemko Batam dan BRK Syariah sejak Juni 2026 telah menyalurkan outstanding lebih dari Rp1,1 miliar hingga pertengahan Oktober 2026, dengan plafon maksimal Rp20 juta per pelaku usaha.
“Sinergi ini mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing produk UMKM lokal,” kata Helwin. (ria fahrudin)





