BERITABATAM.COM, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkoordinasi intensif dengan PLN Batam guna mempercepat pemulihan pasokan listrik yang padam di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya sejak Senin 12 Oktober 2026.
Penanganan diprioritaskan pada objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, serta instalasi penting lainnya.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik PLN berdampak langsung pada operasional Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di delapan titik, yaitu Ladi, Harapan, Muka Kuning, Piayu, Tembesi, Nongsa, serta DK 1–5.
”Pemadaman ini berpotensi mengganggu produksi dan distribusi air bersih. Penggunaan genset di lokasi IPA saat ini hanya mampu menopang sekitar 30 persen dari total kapasitas produksi air normal,” ujar Ariastuty di Batam Centre, Senin 12 Oktober 2026.
BP Batam mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta menampung cadangan air secukupnya hingga sistem kelistrikan kembali normal.
Sementara itu, PLN Batam melaporkan pemulihan sistem kelistrikan dilakukan secara bertahap.
Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi di beberapa wilayah telah berhasil dinormalkan kembali.
Dampak pemadaman listrik ini juga mendapat perhatian serius dari Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis.
Ia menegaskan bahwa keandalan pasokan energi merupakan pilar utama keberlangsungan industri dan iklim investasi di Batam.
”Kami mendorong adanya evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab utama gangguan ini.
Langkah mitigasi dan penguatan sistem harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Fary.
BP Batam memastikan akan terus memantau perkembangan pemulihan di lapangan dan menyampaikan informasi terkini secara berkala kepada masyarakat. (ria fahrudin)





