BERITABATAM.COM, Anambas – Material proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) senilai Rp 3,8 miliar di Desa Rewak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, dikeluhkan warga karena menumpuk di badan jalan menuju pelabuhan.
Akibatnya akses utama warga terganggu, hingga Ketua RW 003 turun tangan.
Tumpukan batu kerikil yang menggunung di tengah jalan pelantar pelabuhan membuat jalan menjadi sempit. Warga yang hendak melintas, baik pejalan kaki maupun yang membawa hasil tangkapan, harus ekstra hati-hati.
Pantauan media ini di lapangan, Jumat, 9 Oktober 2026 material konstruksi seperti tumpukan batu kerikil, kayu bekisting, besi pembesian, serta mesin molen dibiarkan berada di akses jalan masuk pelabuhan, tepat di samping lokasi pekerjaan yang berada di sisi pelabuhan Desa Rewak yang menjorok ke laut.
Proyek tersebut diketahui merupakan proyek strategis milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang bersumber dari APBN 2026 dengan nilai kontrak Rp 3.874.842.000.
Berdasarkan papan proyek, pekerjaan dengan nomor kontrak B.23922.7/DJPT.6/PI.420/PPK/VIII/2026 ini dikerjakan oleh PT Raharjo dengan konsultan pengawas PT Agrinas Jaladri, dengan waktu pelaksanaan 120 hari mulai 2 September hingga 30 Desember 2026.
Ketua RW 003 Turun Tangan
Keluhan warga tersebut dibenarkan oleh Ketua RW 003 Desa Rewak,Syaiful. Ia mengaku telah menerima laporan dari warga dan langsung berkoordinasi dengan pelaksana di lapangan.
“Benar, warga mengeluh ke saya soal material yang menumpuk di jalan masuk pelabuhan. Jalan jadi sempit dan mengganggu aktivitas warga yang mau ke pelabuhan,” ujar Syaiful.
“Saya sudah koordinasi dengan Darwis selaku pelaksana agar material tersebut segera dirapikan dan akses jalan tetap dibuka untuk warga,” tegasnya.
Senada, warga Desa Rewak, Jamal, mengatakan akses tersebut merupakan satu-satunya jalan menuju pelabuhan.
“Jalan ke pelabuhan itu satu-satunya akses kami. Kalau material ditumpuk begitu, kami susah lewat. Apalagi kalau pas ramai orang mau turun ke pompong,” keluhnya.
Jamal menambahkan, warga sangat mendukung pembangunan KNMP yang diharapkan meningkatkan ekonomi nelayan, namun meminta pelaksana lebih tertib.
Kontraktor Akui dan Janji Rapikan
Menanggapi teguran Ketua RW 003 tersebut, kontraktor pelaksana PT Raharjo, Darwis, mengakui penumpukan terjadi karena pemasok batu dan pasir menurunkan barang tanpa koordinasi.
Ia pun berjanji akan segera menyingkirkan material dan membuka kembali akses jalan untuk warga.
“Kami akan segera rapikan dan kami pastikan akses jalan untuk warga tetap terbuka,” katanya. (ria fahrudin)





