BERITABATAM.COM, Batam – Pemerintah Kota Batam memperkuat pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dengan meluncurkan Batam Asset Optimization Monitoring System (BATAMMAS), Selasa 3 November 2026.
Sistem digital yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam itu diluncurkan dan disosialisasikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah.
Peluncuran BATAMMAS menjadi jawaban Pemko Batam atas catatan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2024, terkait perjanjian sewa aset yang berakhir tanpa perpanjangan dan pemanfaatan aset yang tidak sesuai luas dalam perjanjian.
Selama ini, pengelolaan aset terkendala pemantauan masa berlaku perjanjian, jatuh tempo pembayaran sewa, kelengkapan dokumen, hingga pelaporan antarperangkat daerah.
Melalui BATAMMAS, seluruh informasi pemanfaatan aset dihimpun dalam satu dasbor digital.
Sistem ini memuat data pemanfaatan aset, informasi perjanjian sewa dan masa berlakunya, serta pemetaan aset yang berpotensi dioptimalkan.
Sekda Batam Firmansyah menegaskan pengelolaan aset tidak cukup hanya tercatat secara administrasi, tetapi harus tertib, diawasi berkala, dan dimanfaatkan sesuai ketentuan.
“BATAMMAS ini menjadi salah satu jawaban atas tantangan yang selama ini kita hadapi dalam pengelolaan aset daerah, termasuk berbagai catatan hasil pemeriksaan BPK. Kita ingin pembenahan sistematis melalui digitalisasi sehingga pengawasan lebih kuat, data lebih akurat, dan setiap pemanfaatan aset dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia meminta perangkat daerah tidak menunggu persoalan muncul baru melakukan pembenahan, melainkan membangun sistem deteksi dini.
“Jangan menunggu muncul persoalan baru untuk melakukan pembenahan. Perjanjian sewa harus terpantau, dokumen harus tertib, pemanfaatan harus sesuai ketentuan,” katanya.
Selain pengawasan, BATAMMAS juga diarahkan untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Data BPKAD mencatat penerimaan retribusi pemanfaatan BMD periode 2021–2026 hingga September 2026 masih berpotensi dioptimalkan.
Firmansyah meminta seluruh perangkat daerah mendukung BATAMMAS dengan memastikan data valid, dokumen lengkap, dan pelaporan konsisten.
“Teknologi tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa komitmen penggunanya. Kita ingin aset daerah tidak hanya aman secara administrasi, tetapi juga produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya. (ria fahrudin)





