BERITABATAM.COM, Jakarta – Martin Zubimendi, gelandang Arsenal, menyatakan bahwa cedera pemain kunci diyakini menjadi faktor utama kegagalan tim dalam meraih gelar Premier League selama tiga musim terakhir.
Arsenal kembali menjadi runner-up di musim lalu, tertinggal 10 poin dari Liverpool yang keluar sebagai juara.
Zubimendi mengungkapkan bahwa kehilangan pemain seperti Bukayo Saka dan Martin Ødegaard berdampak besar pada kemampuan tim dalam menciptakan peluang dan menjaga konsistensi permainan.
“Masalahnya adalah cedera. Ketika ada yang cedera, tim jadi goyah,” kata Zubimendi.
Musim panas lalu, Arsenal memperkuat skuad dengan merekrut beberapa pemain baru. Namun, Zubimendi tidak melihat perubahan besar dalam skuad tim.
“Lini tengah Arsenal sudah sangat kuat,” ujarnya.
Zubimendi juga berbagi pengalamannya beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris yang berbeda dari Spanyol.
“Di sini, mentalitasnya adalah ‘jadi laki-laki’. Duel harus keras,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya situasi bola mati dalam sepak bola Inggris, yang sering kali menjadi pembeda besar dalam pertandingan.
“Banyak gol datang dari bola mati, dan itu sering membuka jalannya pertandingan,” tutupnya. (ria fahrudin)




