BERITABATAM.COM, Pekanbaru – Suhu politik di tubuh Partai Golkar Provinsi Riau terus memanas, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI yang tertunda.
Di tengah hiruk-pikuk dukungan dan manuver politik antar kubu, DPP Partai Golkar secara mengejutkan menunda pelaksanaan Musda, ungkap tokoh masyarakat rohil alek Putra Nilam yang sering dipanggil Alek, pada Selasa 21 Oktober 2025.
Alek mengatakan, menunda Musda merupakan sinyal kuat bahwa peta dukungan di lapangan belum benar-benar solid.
Enam kandidat yang maju memiliki kekuatan, jaringan, dan loyalitas berbeda.
“Ini bukan sekadar soal siapa yang paling populer, tapi siapa yang paling diterima oleh DPP dan paling mampu menjaga kesatuan partai menjelang Pemilu 2029, ” ujar Alex. (ria fahrudin)




