BERITABATAM.COM, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan rutin melaksanakan operasi pasar dan pasar murah di berbagai wilayah.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta melindungi daya beli masyarakat.
Hal itu ditegaskan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual melalui Zoom Meeting.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sekda Lantai II Kantor Wali Kota Batam, Senin, 24 november 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulan ke bulan tercatat 0,43 persen, inflasi tahun ke tahun sebesar 2,26 persen, serta inflasi tahun kalender mencapai 3,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,14.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Batam, inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,19 persen terjadi akibat peningkatan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran.
Kenaikan tersebut terlihat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,35 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 2,64 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,08 persen; perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,11 persen; kesehatan sebesar 2,31 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,70 persen; pendidikan sebesar 1,26 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,35 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami kenaikan tertinggi yakni 16,51 persen.
Sementara itu, kelompok transportasi justru mengalami deflasi sebesar 0,99 persen. (ria fahrudin)




