BERITABATAM.COM, Singapura – Kabar penutupan Warong Nasi Pariaman yang legendaris tidak hanya memicu antrean ratusan pelanggan, tetapi juga mendapatkan tanggapan cepat dari kalangan pejabat tinggi Singapura.
Menteri Negara yang membidangi Urusan Muslim, Faishal Ibrahim, langsung menemui keluarga pengelola setelah mendengar berita penutupan.
Dalam pembaruan media sosialnya, Faishal mengungkapkan telah mengambil langkah konkret dengan meminta rekan-rekannya dari berbagai badan pemerintah untuk bekerja sama dengan para pemilik.
Tujuan dari langkah tersebut adalah untuk memahami jenis bantuan apa yang dapat diberikan pemerintah dalam situasi ini.
Bagi Faishal, gerai berusia 78 tahun di Kandahar Street memiliki nilai sentimentil yang mendalam.
“Bagi banyak keluarga, termasuk keluarga saya, kunjungan ke Kampong Gelam rasanya belum lengkap tanpa makan di sini. Nilai dari kedai-kedai seperti Pariaman sungguh tak terukur dalam masyarakat kita,” ujar Faishal.
Ia juga menyampaikan pesan kepada keluarga pendiri.
“Saya sampaikan kepada pihak keluarga, saya berharap mereka tahu bahwa keberadaan mereka sangat dihargai.
Masakan mereka telah menjadi bagian dari santapan bersama dan kenangan banyak warga Singapura selama bertahun-tahun,” ungkapnya.
Perhatian dari menteri ini muncul di tengah gelombang kesedihan publik.
Warung yang didirikan pada 1948 oleh Haji Isrin asal Pariaman, Sumatera Barat, telah mengumumkan akan menghentikan operasionalnya secara total pada 31 Januari 2026.
Dalam pengumumannya, manajemen juga menegaskan bahwa mereka tidak lagi menerima pemesanan jauh‑jauh hari dan semua layanan disesuaikan dengan sistem first come, first served.
Permintaan maaf dan ucapan terima kasih disampaikan secara khusus kepada para pelanggan yang telah setia mendukung warung selama puluhan tahun. (ria fahrudin)




