BERITABATAM.COM, Jakarta – Bulan suci Ramadan sudah tiba, namun kesempatan untuk mendapatkan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak akan terhenti.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap beroperasi dengan empat skema khusus yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima manfaat.
Dengan memperhatikan kebiasaan dan kearifan lokal selama puasa, pemerintah menyusun mekanisme penyaluran yang fleksibel agar asupan nutrisi generasi muda dan kelompok rentan tetap terpenuhi.
1. Bagi Sekolah dengan Mayoritas Siswa Berpuasa
Menu MBG akan diubah menjadi bentuk kering yang mudah dibawa pulang, seperti telur rebus, abon, kurma, susu, dan buah-buahan.
Cocok banget kan untuk dijadikan takjil atau santapan saat berbuka puasa!
2. Bagi Sekolah dengan Mayoritas Siswa Tidak Berpuasa
Tidak ada perubahan nih! Penyaluran tetap berjalan seperti biasanya, dengan makanan segar bernutrisi tinggi yang bisa langsung dikonsumsi saat jam istirahat.
3.Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Kelompok ini jadi prioritas utama. Program MBG berjalan normal 100 persen dengan menu makanan segar harian yang diberikan sesuai jadwal seperti di luar bulan Ramadan.
4. Bagi Lingkungan Pesantren
Jadwal distribusi akan digeser ke sore hari.
Makanan tetap dimasak pada siang hari, namun disajikan menjelang waktu berbuka puasa agar santri bisa menikmatinya bersama.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan bahwa kualitas, nilai gizi, dan harga menu yang diberikan tetap sama dengan hari biasa.
“Intinya akan disesuaikan dengan lokasi masing-masing,” ujarnya.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir, misi meningkatkan kualitas gizi dan mencegah stunting akan terus berjalan optimal meskipun di bulan Ramadan. (ria fahrudin)




