BERITABATAM.COM, Jakarta – Sebuah unggahan yang mengingatkan kewaspadaan tentang virus campak viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @dheaaputri_, ia menceritakan pengalamannya saat menunggu anaknya yang terkena campak di ruang isolasi.
Ia pun membagikan cerita pasien balita meninggal dunia karena campak
“Campak tuh bener-bener jahat Ya Allah, udah banyak anak yang meninggal gara-gara campak dan sekarang anakku lagi berjuang sembuh dari virus ini,” tulisnya dalam video yang diunggah, dikutip pada Senin, 30 Maret 2026.
Video yang kini sudah diputar lebih dari 2,8 juta kali penayangan itu hanya menunjukkan tiang infus dan gorden pemisah antar ranjang rumah sakit.
Namun, suara yang terdengar adalah orang tua yang menangis histeris karena anaknya meninggal dunia akibat dari virus campak tersebut.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun, selamat jalan adek Arumi, bayi kecil usianya 3 bulan baru masuk ruang isolasi sore tadi tapi Allah lebih sayang kamu nak,” tulisnya dalam kolom caption.
Tertular dari Anak Tetangga yang Baru Sembuh dari Campak
Lebih lanjut, rupanya mendiang bayi tersebut diduga tertular dari tetangganya.
Ibu sang bayi menjelaskan kepadanya bahwa anak tetangga sempat berkunjung ke rumah dan diduga sedang sakit campak.
“Sore tadi ibunya cerita ada anak tetangganya baru sembuh dari campak main ke rumah, ternyata nularin ke anaknya. Bener-bener jahat emang virus yang satu ini,” terangnya.
“Denger suara tangisan orang tuanya bikin satu ruangan nangis,” sambungnya.
Unggahan di TikTok tersebut kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @pempek_mama_aya yang ikut berbagi pengalamannya.
“Jangan anggap remeh penyakit campak. Jika anak demam tinggi, batuk, pilek, keluar ruam merah dari belakang telinga tolong segera ke IGD rumah sakit terdekat,” tulisnya pada bagian caption, dikutip pada Senin, 30 Maret 2026.
Ia juga menceritakan saat anaknya kene gejala tersebut ia langsung membawanya ke IGD meski orang-orang di sekitarnya menyarankan untuk menunggu sampai satu badan penuh ruam sebagai tanda kondisi yang akan segera membaik.
“Jangan dianggap remeh ya ibu, daya tahan tubuh tiap anak itu berbeda dan ini bisa mematikan,” ungkapnya.
“Kita bukan dokter jadi jangan semua penyakit dianggap remeh. Jangan banyak denger kata orang begini, begitu, minum ini, minum itu. Sekali lagi kita bukan dokter Bu, serahkan pada ahlinya dan bawa ke rumah sakit itu yang paling tepat,” tegasnya. (ria fahrudin)




