BERITABATAM.COM, Tanjungpinang – Pemko Tanjungpinang lewat Bagian Perekonomian Setdako mengikuti Rakor Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara hybrid, Senin, 20 April 2026.
Agenda di Ruang Rapat Asisten II Kantor Wali Kota itu sekaligus menjadi forum sosialisasi Program 3 Juta Rumah dan Produk Halal.
Rakor dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, didampingi Deputi BPS dan Dirjen Perumahan dan Perdesaan Imran, bersama perwakilan kementerian/lembaga terkait.
Tomsi Tohir menekankan pentingnya peran aktif pemda kabupaten/kota dalam pengendalian inflasi. Menurutnya, daerah menjadi kunci karena berhadapan langsung dengan fluktuasi harga dan distribusi barang.
“Pengendalian inflasi di daerah wajib dijalankan dengan langkah nyata dan terukur, serta koordinasi kuat antara pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemda adalah garda terdepan menjaga stabilitas harga dan stok kebutuhan pokok.
Selain itu, pemda juga menjadi jembatan informasi dari pusat ke masyarakat, termasuk soal Program 3 Juta Rumah dan sosialisasi produk halal.
TPID, kata Tomsi, ikut berperan mengevaluasi Program 3 Juta Rumah. Program prioritas era Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan untuk mengurangi backlog hunian layak bagi MBR.
Dirjen Perumahan dan Perdesaan Imran menyebut program strategis itu perlu dipercepat, terutama alokasi anggaran perumahan.
Ia mengapresiasi Kepri yang sudah lengkap menyerahkan data perumahan.
“Update per 17 April 2026, data PBG dan dukungan Pemda untuk Program 3 Juta Rumah naik dari 227.629 unit jadi 227.853 unit. Artinya ada perubahan jumlah izin. Kami harap daerah segera melaporkan dan mengonfirmasi dukungan anggaran, baik untuk unit baru maupun renovasi,” jelas Imran.
Menanggapi hal itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setdako Tanjungpinang Hamerudin menyatakan Pemko akan menindaklanjuti hasil rakor secara konkret dan berkelanjutan.
“Kami perkuat peran TPID, intensifkan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok, serta pererat sinergi dengan kementerian terkait untuk Program 3 Juta Rumah dan sosialisasi produk halal di Tanjungpinang,” tegasnya. (offy)




