BERITABATAM.COM, Bintan – Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang terus meningkatkan mutu dan daya saing program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan pendampingan pengurusan Sertifikat Halal dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Rudi: Larang Bakar Sampah, Pemko Batam Evaluasi Gotong Royong Pasca Kebakaran Tanjung Uncang
Diketahui, produk unggulan “Banana Cake” hasil karya warga binaan menarik perhatian Petugas Pendamping Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Selain pemenuhan izin edar, jajaran seksi kegiatan kerja Lapas bersama tim ahli memberikan pemahaman mendalam kepada para warga binaan mengenai standar operasional produksi pangan yang baik, higienis, dan benar.
Rudi: Larang Bakar Sampah, Pemko Batam Evaluasi Gotong Royong Pasca Kebakaran Tanjung Uncang
Proses pendampingan, tim gabungan langsung melakukan identifikasi serta verifikasi terhadap kelengkapan administrasi maupun teknis dari produk Banana Cake.
Kalapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap mengatakan, interaksi ini para warga binaan mendapatkan edukasi komprehensif mengenai alur, persyaratan, dan pentingnya standardisasi jaminan produk halal serta keamanan pangan.
Ansar Titip Misi ke Hulubalang LAM Kepri: Jaga Jati Diri Melayu dari Globalisasi
“Pemenuhan legalitas ini adalah kunci agar produk hasil karya warga binaan tidak kalah saing diluar sana, dan dapat diterima secara luas oleh pasar luar,” ujar Kalapas Fauzi.
Kunjungan dan asistensi dari tim pendamping UMKM Kepri ini bertujuan membantu pemenuhan aspek legalitas formal, yang mana produk pangan yang diproduksi secara terstruktur di dalam Lapas. (Oppy)




