BERITABATAM.COM, Anambas – Sudah hampir seminggu nelayan Bagan di Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Anambas memilih libur tidak turun melaut akibat kondisi cuaca tak bersahabat.
Kondisi itu berpengaruh pada hasil tangkap dan menurunnya pendapatan nelayan setempat.
“Cuaca tidak menentu, teduh satu dua hari tapi seminggu arus air laut bergelombang” kata pahmi nelayan Bagan.
Kondisi ini sudah berlangsung sejak memasuk awal bulan Mei ini. Arus air laut kuat tidak stabil dan beresiko bagi para nelayan Bagan.
Air laut juga jadi keruh sehingga menghalangi cahaya lampu dari bagan menembus air untuk menarik ikan-ikan dan cumi berkumpul.
“Kalau pun di paksa turun ke laut jelas tak ada hasil. Otomatis tekor operasiaonal, karena hasil tangkap tak dapat menutupi obgkos minyak dan ransum kelaut. Dan, resiko juga tinggi,” keluhnya
Berdasar prediksi BMKG mencatat bahwa bulan Juni 2026, potensi hujan dengan intensitas signifikan dan cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai di beberapa wilayah tertentu termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas.
Analisis dinamika atmosfer juga menunjukkan adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan bagian selatan.
Serta Gelombang Kelvin di perairan barat Sumatra Utara hingga Sumatra Barat dan sebagian wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan, sehingga mendukung terjadinya hujan signifikan di wilayah-wilayah tersebut. (ria fahrudin)




