BERITABATAM.COM, Batam – Suasana di Perumahan Bukit Indah Piayu, Sei Beduk, Batam, kini tak lagi tenang.
Dua rumah warga sudah rata dengan tanah.
Bukan karena bencana alam, tapi diduga akibat proyek Cut and Fill yang mengikis lahan tepat di belakang permukiman.
Kejadian ini menambah luka warga. Baru saja pulih dari banjir, kini mereka harus mengungsi karena rumahnya retak parah dan tak layak huni.
Total 11 rumah dilaporkan rusak, dua di antaranya ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa.
“Kondisi ini sudah dua minggu. Pak RT saja rumahnya ikut rata dengan tanah. Kami ngungsi di sekitar sini demi nyawa,” cerita seorang warga, Jumat 3 Juli 2026.
Warga mengaku developer berjanji bangun ulang rumah yang hancur. Tapi mereka khawatir, selama pengerukan di atas bukit terus berjalan, rumah baru pun bisa bernasib sama.
Pantauan di lapangan, jalan perumahan sudah bergeser dan retakan baru mulai muncul di rumah warga lain.
Ironisnya, Bukit Indah Piayu adalah perumahan program BP Tapera dan Kementerian PKP RI, dengan pengembang PT Menorah Bangun Properti yang tergabung di REI.
Warga pun mempertanyakan izin dan AMDAL proyek pengerukan yang berbatasan langsung dengan rumah mereka.
“Kami cuma minta rasa aman. Beli rumah itu hak kami dapat perlindungan,” ujar warga.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi ke pihak terkait masih diupayakan. (ria fahrudin)




