BERITABATAM.COM, Bintan – Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang menerima Kunjungan kerja (Kunker) Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yan Rusmanto.
Kunker ini didampingi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direkotrat Jenderal Pemasyarakatan Kepri, Aris Munandar, beserta jajaran Kantor Wilayah Ditjenpas Kepri, dan Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kepulauan Riau.
Penyerahan Lahan Negara ke BP Batam, Kunci Iklim Investasi Sehat di Perbatasan
Yan Rusmanto beserta rombongan meninjau langsung sejumlah fasilitas, dan kegiatan pembinaan di lingkungan Lapas Narkotika Tanjungpinang.
Peninjauan berawal di ruang layanan kunjungan, lalu melihat kegiatan pembinaan kemandirian pengolahan kerupuk atom Lantang, dan Banana Cake yang menjadi salah satu unggulan program kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta meninjau area serta pengolahan dapur.
Rombongan menyempatkan melihat pelayanan Wartelsuspas agar memudahkan WBP berkomunikasi dengan keluarga, serta kegiatan Koperasi Inkopasindo yang turut menunjang kesejahteraan petugas dan warga binaan.
Tak hanya itu, kondisi blok hunian dan Klinik Pratama turut menjadi perhatian khusus guna memastikan standar kelayakan dan pelayanan kesehatan bagi WBP tetap terjaga dengan baik.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut.
379 Jemaah Haji Kloter 25 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air
“Kunjungan ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan,” kats Kalapas Fauzi, Jumat 3 Juli 2026.
Ia menambahkan, arahan hingga evaluasi yang disampaikan oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan akan menjadi acuan penting dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, pelayanan kesehatan, hingga kesejahteraan warga binaan ke depannya.
Sekda Firmansyah Ajak Jemaah Jaga Nilai Haji dan Bergabung dengan IPHI Kota Batam
“Kunker ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Dirjen Pemasyarakatan dengan satuan kerja di daerah dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, akuntabel, dan berkualitas,” tutupnya. (Oppy)




