BERITABATAM.COM, Anambas – Puskesmas Letung yang berstatus BLUD menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor Tahun 2026 di Aula Kantor Puskesmas Letung, Rabu, 30 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan penyusunan strategi peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Letung.
Kegiatan dibuka oleh Camat Jemaja, Mudahir dan dihadiri Kepala Puskesmas Letung, Ns. Ady Mulianto Manurung. S. Kep.,M.Kes , kepala desa se-wilayah kerja, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader Posyandu, sekolah, serta lintas sektor terkait.
Kepala Puskesmas Letung, Ns. Ady Mulianto Manurung dalam laporannya menyampaikan capaian kinerja BLUD Puskesmas Letung selama semester I Tahun 2026.
Beberapa indikator seperti cakupan imunisasi dasar, kunjungan ibu hamil, dan pelayanan UKM mengalami peningkatan. Namun masih ada tantangan pada penurunan stunting, cakupan KB, dan pengelolaan sampah medis.
“Sebagai BLUD, kami dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akuntabel. LOKMIN ini penting agar semua program kesehatan tidak jalan sendiri, tapi didukung semua sektor,” ujar Kepala Puskesmas.
Perihal pengelolaan sampah medis, tambanhya, pihak Puskesmas Letung belum bisa melakukan kerjasama oleh dinas kesehatan.
Prinsipnya, pihak medis yamg ada di Jemaja hanya melakukan proses pemekingan yang bagus sesuai dengan standar. Dan, proses pengiriman dilakukan oleh dinas kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Banyak sekali program yang sudah di tetapkan Pemerintah baik pusat maupun Daerah. Dari seluruh program yang kita laksanakan, sebagian sudah mencapai target yang di tetapkan. Namun ada juga yang belum, ” ujarnya.
Program yang belum tercapai, tambahnya, akan di kejar pada bulan berikutnya. Dengan hasil LOKMIN ini, akan menjadi bahan evaluasi kedepan.
Camat Jemaja, Mudahir, mengapresiasi kinerja Puskesmas Letung. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan, terutama stunting, TB, dan kesehatan lingkungan.
“Pemerintah kecamatan siap mendukung. Mari kita satukan data dan anggaran. Desa juga diharapkan mengalokasikan dana untuk posyandu dan sanitasi,” tegasnya.
Dalam LOKMIN juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama lintas sektor untuk mendukung 8 program prioritas Puskesmas Letung tahun 2026.
Komitmen tersebut meliputi peningkatan cakupan imunisasi, germas, kesehatan sekolah, pencegahan stunting, serta penguatan manajemen BLUD.
Sesi diskusi berjalan aktif. Perwakilan desa menyampaikan kendala akses transportasi pasien rujukan dan minimnya kader di beberapa dusun.
Puskesmas merespon dengan rencana penambahan jadwal pelayanan keliling dan pelatihan kader.
LOKMIN ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan dievaluasi pada LOKMIN triwulan berikutnya.
Diharapkan dengan kolaborasi semua pihak, derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Letung dapat terus meningkat. (ria fahrudin)




