BERITABATAM.COM, Anambas – Setiap kali berkunjung ke pusat keramaian di Letung, Kecamatan Jemaja, mulai dari Pasar Pagi, Pelabuhan, hingga depan kedai di Jalan Utama, satu masalah klasik selalu muncul, yaitu lahan parkir.
Masalah ini bukan baru. Tapi sampai hari ini, parkir masih menjadi perhatian serius masyarakat Letung,( Jemaja ) yang belum juga mendapatkan solusi tuntas.
Pagi hari, suasana Pasar Pagi Letung ramai oleh ibu-ibu, pedagang, dan pembeli.
Namun begitu tiba di lokasi, kendaraan roda dua tampak berebut tempat parkir.
Sebagian pengunjung terpakasa memarkir kenderaaannya di bahu jalan dan ada juga ye yang terpaksa menutup akses masuk menuju ke dalam pasar.
Hal yang sama terjadi di area Pelabuhan Letung (Berhala) saat kapal sandar.
Penumpang, pedagang, dan ojek saling berebut lokasi. Tidak ada kantong parkir yang jelas, tidak ada petugas yang mengatur.
Yang ada hanya keluhan warga yang terus berulang tiap hari, minggu bahkan berbulan – bulan.
Dampaknya nyata
Sering terjadinya keemacetan di jalan utama jadi tersendat karena badan jalan difungsikan sebagai tempat parkir.
Kesemrawutan kenderaan terjadi dimana-mana dan tidak ada pembatas, tidak ada tanda, akhirnya semua orang parkir seenaknya.
Di sisi lain pendapatan daerah hilang retribusi parkir tidak tertata, padahal bisa menjadi PAD jika dikelola secara profesional.
Masyarakat Letung bukan tidak mau tertib. Tapi tertib butuh fasilitas.
“Masa iya, kita minta warga parkir rapi kalau lahannya saja tidak ada,” sebut Erwan masyarakat Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja Anambas, Rabu, 5 Agustus 2026
Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kecamatan perlu duduk bersama. Setidaknya, ada 3 langkah yang bisa segera dilakukan.
Pemetaan titik rawan, yakni dengan menentukan lokasi tertentu khusus lokasi Pasar, Pelabuhan, dan kedai mana yang paling butuh kantong parkir.
Akses penyediaan lahan parkir dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah atau kerja sama dengan warga.
“Tidak perlu mewah, yang penting aman dan tertata,” ujarnya
Letung terus berkembang, arus barang, arus orang, dan jumlah kendaraan semakin meningkat.
Kalau dari sekarang kita abai Pemerintah Daerah Anambas abai dengan urusan parkir, 5 tahun ke depan Letung akan semakin macet dan tidak nyaman.
“Sudah saatnya lahan parkir tidak lagi dianggap sepele. Ini soal kenyamanan publik, soal wajah Letung, dan soal bagaimana kita menghargai masyarakat yang datang beraktivitas,”. (pungkasnya)




