BERITABATAM.COM, Papua – Warga Biak Numfor Papua mulai mengeluhkan kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa titik.
Salah satu kondisi terbaru di Biak Numfor diunggah oleh akun TikTok @sickmundfreud, menunjukkan pekatnya kabut asap di wilayah tersebut.
Salah satu unggahan viralnya berupa video yang memperlihatkan perbedaan situasi sebelum dan sesudah kebakaran hutan terjadi dalam rentang waktu Juni 2026 dan Agustus 2026.
“Pagi ini gue bangun dan langsung dapat banyak update teman-teman di Biak-Papua dan di beberapa titik, asap masih tebal dengan visibility masih sangat rendah,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah pada Senin, 24 Agustus 2026.
Lahan Hutan Hijau yang Habis Terbakar
Dalam video yang diunggah, pemilik akun membandingkan perbedaan kontras pada bulan Juni 2026 dan Agustus 2026.
Saat Juni 2026, masih banyak tumbuhan hijau di hutan yang berada di kanan-kiri jalan, lengkap dengan langit cerah berwarna biru.
Namun, pada video di bulan Agustus 2026, kebakaran mulai terjadi dan area tersebut kini dipenuhi dengan asap.
Terlihat, beberapa titik api pun masih menyala di area tumbuhan di pinggir jalan.
Diduga Sengaja Dibakar
Dalam unggahan lain, pemilik akun membagikan unggahan mengenai dugaan lahan sengaja dibakar.
“Tadi ada mama-mama mampir dan ngajak ngobrol gue dan cerita kalau kemarin pas dia mau pulang ke rumahnya di daerah pegunungan, ada tukang ojek lihat orang bakar kertas terus dilempar ke hutan,” tulisnya, dikutip pada Selasa, 25 Agustus 2026.
“Terus pas mau dikejar, keburu lari. Tebak, itu jadi titik kebakaran hutan juga dari sore sampai detik ini dan sekarang nonstop lagi pemadam lewat di depan rumah,” sambungnya.
Khawatirkan Kondisi Penduduk yang Masih Tinggal Area Hutan
Menilik unggahan lain, pemilik akun menyebut bahwa sampai saat ini ada sekitar 150 titik api penyebab kebakaran hutan.
Pemilik akun juga mengungkapkan harapan agar bantuan lebih banyak yang turun karena masih ada warga yang tinggal berdekatan dengan hutan.
“Buat orang yang tinggal di sini, ini bukan sekadar kebakaran hutan. Rumah mereka literally berada di dalam dan dikelilingi hutan,” tulisnya.
“Ketika hutan terbakar, mereka juga yang harus menghirup asapnya dan menghadapi dampaknya,” lanjutnya.
Kebakaran Hutan dan Lahan di Biak Numfor Papua
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua telah terjadi sejak Jumat, 21 Agustus 2026.
Kabut asap akibat pembakaran pun membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor memberi arahan agar sekolah libur sementara mulai Senin, 24 Agustus 2026.
Situasi selama seminggu ke depan juga akan dipantau untuk menentukan proses kegiatan belajar-mengajar.
Potensi pembelajaran daring akan dilakukan jika situasi kabut asap belum mereda.
Penanganan kebakaran juga telah dilakukan dengan melibatkan tim SAR yang akan membantu dalam penanganan.
“Sebanyak 32 personel SAR disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla, ada personel yang bertugas secara mobile dan ada yang standby on call,” ujar Kepala Kantor SAR Biak, Kundori kepada awak media pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Para personel tersebut kemudian akan dibagi dalam dua tim selama bertugas. (ria fahrudin)




