BERITABATAM.COM, Jakarta – Agen senior Carlo Pernat menilai Francesco Bagnaia memiliki motivasi besar untuk membalas keterpurukannya di dua musim terakhir usai kesulitan bersaing dengan Marc Marquez di Ducati.
Menjelang kepindahannya ke Aprilia pada 2027, Bagnaia menjadikan momen balas dendam sebagai motivasi ekstra.
Perjalanan Bagnaia bersama Ducati berubah drastis sejak Marquez bergabung menjelang MotoGP 2025.
Setelah dua kali juara dunia kelas utama, pembalap asal Italia itu justru kesulitan menemukan performa terbaiknya.
Pada 2024, Bagnaia masih menjadi penantang gelar dan hanya terpaut 10 poin dari Jorge Martin di akhir musim.
Namun kedatangan Marquez mengubah persaingan di tim pabrikan Ducati.
Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP 2025, sementara Bagnaia terpuruk sebagai pembalap ketiga terbaik Ducati.
Kesulitan tersebut berlanjut pada musim 2026. Sejumlah pengamat pun mempertanyakan penyebab penurunan performa Bagnaia.
“Menurut saya, dari semua rekan setimnya, Marc Marquez adalah sosok yang paling menghancurkannya,” ujar Pernat
Pernat menilai kemunduran Bagnaia selama dua tahun terakhir menunjukkan adanya kelemahan dari sisi psikologis.
Padahal Bagnaia memiliki berbagai faktor pendukung untuk tampil kompetitif, mulai dari tim, pimpinan, hingga mekanik yang sudah lama bekerja bersamanya.
Bagnaia akan memulai babak baru bersama Aprilia pada MotoGP 2027 setelah meninggalkan Ducati.
Pernat meyakini perubahan tim tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pembalap berusia 29 tahun itu untuk membuktikan kembali kualitasnya.
Pernat bahkan menyebut kata balas dendam telah menjadi motivasi besar bagi Bagnaia.
Ia mengklaim kata tersebut ditulis dengan huruf kapital di dinding rumah sang pembalap.
Bagnaia bahkan disebut rela menerima bayaran sekitar setengah dari tawaran yang lebih besar demi kepindahannya ke Aprilia. (ria fahrudin)





