BERITABATAM.COM, Jakarta – Berpindah jalur menjadi manuver yang sering dilakukan pengendara sepeda motor, terutama saat menghadapi kemacetan atau hendak mendahului kendaraan di depannya.
Namun, kebiasaan ini bisa berujung kecelakaan apabila dilakukan tanpa memastikan kondisi jalur yang akan dimasuki.
Salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah menganggap kaca spion sudah cukup untuk memastikan situasi di belakang aman.
Padahal, ada area yang tidak tertangkap pantulan spion atau dikenal sebagai blind spot.
Kendaraan yang berada di area tersebut bisa luput dari pengamatan, meskipun sebenarnya jaraknya cukup dekat.
Praktisi keselamatan berkendara sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan pentingnya menoleh untuk memastikan kondisi di sekitar kendaraan sebelum bermanuver.
“Untuk lebih memastikan blind spot kita sebaiknya menoleh. Ketika semua sudah dirasa aman, baru berbelok,” kata Jusri, saat dihubungi melalu pesan WhatsApp Senin, 26 Oktober 2026.
Peringatan tersebut penting karena posisi kendaraan di jalan dapat berubah dalam waktu singkat.
Sepeda motor lain bisa datang dari sisi belakang, sementara mobil yang berada di jalur sebelah mungkin sedang mendekat dengan kecepatan lebih tinggi.
“Jika pengendara langsung berpindah jalur tanpa memeriksa area tersebut, risiko senggolan semakin besar.” jelas Jusri.
Spion Saja Tidak Cukup
Kaca spion tetap menjadi perangkat penting untuk memantau lalu lintas di belakang.
Namun, pengendara tidak seharusnya hanya mengandalkan pantulan cermin ketika hendak berpindah jalur.
Pengecekan melalui gerakan menoleh singkat atau shoulder check membantu memastikan apakah terdapat kendaraan di area yang tidak terlihat melalui spion.
Gerakan ini perlu dilakukan secara terkontrol agar pengendara tidak kehilangan perhatian terhadap kondisi jalan di depan.
“Menoleh juga bukan berarti pengendara boleh mengabaikan spion. Keduanya saling melengkapi untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai situasi di sekitar kendaraan.” kata Jusri lagi.
Jangan Langsung Menyelinap Saat Jalan Macet
Risiko berpindah jalur semakin besar ketika lalu lintas padat. Ruang antarkendaraan terbatas, sementara pergerakan pengendara sering berubah mengikuti celah yang tersedia.
Dalam kondisi seperti ini, menyalakan lampu sein saja tidak menjamin jalur tujuan aman.
Lampu sein berfungsi memberikan isyarat kepada pengguna jalan lain, bukan menjadi tanda bahwa pengendara bisa langsung berpindah jalur.
Karena itu, periksa spion, nyalakan lampu sein sesuai arah, kemudian pastikan kondisi jalur tujuan sebelum bergerak.
Jika masih ada kendaraan yang mendekat atau ruang belum mencukupi, sebaiknya tunda manuver sampai situasi memungkinkan.
Menoleh Sebentar Bisa Membuat Perbedaan
Kebiasaan memeriksa blind spot seharusnya menjadi bagian dari rutinitas berkendara, bukan hanya dilakukan ketika hendak berbelok di persimpangan.
Setiap perpindahan jalur, termasuk saat menyalip atau menghindari kendaraan yang berhenti, membutuhkan pemeriksaan kondisi sekitar.
Pengendara juga perlu memastikan posisi spion sudah tepat dan tidak membiarkan perhatian teralihkan oleh ponsel atau hal lain selama perjalanan.
Pada akhirnya, berpindah jalur dengan aman bukan sekadar soal menyalakan lampu sein.
Pengendara perlu memastikan kondisi sekitar melalui spion dan menoleh sesaat sebelum mengambil keputusan.
Di jalan raya, terburu-buru mendapatkan celah bisa berakibat fatal.
Meluangkan waktu sejenak untuk memeriksa blind spot merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan. (ria fahrudin)





