BERITABATAM.COM, Batam – Sekda Kota Batam Firmansyah tegaskan pentingnya peran mubaligh jaga persatuan, perkuat kerukunan, dan tangkal hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.
Hal disampaikan saat membuka Pelatihan Mubaligh Kota Batam 2026 yang diikuti 150 peserta dari 12 kecamatan di Kantor Wali Kota Batam, Kamis, 29 Oktober 2026.
Pelatihan bertujuan tingkatkan kemampuan mubaligh sampaikan dakwah sejuk, mencerahkan, sesuai perkembangan zaman.
Selain perkuat pemahaman keagamaan, juga bangun karakter masyarakat dan jaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Firmansyah tekankan mubaligh membimbing umat, tanamkan nilai moral, pererat persaudaraan, jaga persatuan.
Dakwah tidak hanya sampaikan ajaran agama, tapi hadirkan ketenangan, tuntunan, perkuat kepedulian sosial.
“Dakwah harus mampu hadirkan kesejukan, perkuat persatuan, dan berikan tuntunan. Mubaligh harus jadi teladan, sampaikan pesan bijaksana, kedepankan nilai persaudaraan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia ingatkan tantangan dakwah era digital terutama hoaks.
Mubaligh punya peran strategis edukasi masyarakat cermat pilah informasi, tidak mudah terprovokasi. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya.
Prinsip tabayun atau klarifikasi harus jadi bagian penting agar tidak picu kesalahpahaman dan perpecahan.
Ia berharap peserta tingkatkan wawasan keagamaan, kemampuan komunikasi, keterampilan dakwah santun dan bertanggung jawab, baik via mimbar maupun media digital.
“Perkembangan Batam sebagai pusat industri, perdagangan, pariwisata, investasi perlu diimbangi penguatan nilai moral dan spiritual. Kemajuan tidak hanya diukur ekonomi dan infrastruktur, tapi kualitas SDM dan kehidupan sosial harmonis,” ujarnya.
Melalui pelatihan, Pemko Batam harap mubaligh makin kompeten, berintegritas, kontribusi jaga kerukunan, tangkal hoaks, bangun masyarakat religius, berkarakter, berdaya saing. (ria fahrudin)





