BERITABATAM.COM, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad lepas keberangkatan Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) Kota Batam yang akan berlaga pada Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X Tahun 2026 di Yogyakarta.
Pelepasan dikemas konser pamit di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam.
Amsakar sampaikan dukungan penuh Pemko Batam terhadap BBDC yang akan bawa nama daerah di kompetisi nasional. Rencana berangkat 3 November 2026.
Menurut Amsakar, BBDC bukan sekadar kelompok marching band, melainkan potensi seni pertunjukan Batam yang berpengalaman tampil di berbagai kegiatan, kerap dipercaya iringi agenda resmi Pemko Batam.
“BBDC sudah berpengalaman di berbagai ajang dan selalu sertai acara formal Pemko Batam. Saya yakin dan dukung sepenuhnya perjuangan adik-adik di Yogyakarta,” ujar Amsakar.
Ia pesan jaga kesehatan, patuhi arahan pelatih, serta pertahankan kekompakan. Keberhasilan tim tidak hanya kemampuan individu, tapi kerja sama dan kebersamaan.
“Jaga kesehatan, ikuti arahan pelatih. Jaga kekompakan dan saling memperkuat. Terus pelihara semangat, karena berjuang tanpa semangat adalah omong kosong,” tegasnya.
Saya optimistis BBDC tahun ini bisa jadi juara. Berikan penampilan terbaik, tunjukkan kemampuan yang sudah dipersiapkan, dan bawa nama baik Batam, pesannya.
Sementara Kadisbudpar Batam Ardiwinata katakan dukungan BBDC bagian komitmen pemda kembangkan ekonomi kreatif, subsektor seni pertunjukan.
“Kegiatan ini di Dinas Pariwisata sesuai tupoksi kami, khususnya pengembangan ekonomi kreatif. BBDC salah satu potensi seni pertunjukan yang terus dapat dukungan Pemko Batam,” ujar Ardiwinata.
Di kejuaraan, BBDC ikuti tiga kategori: Street Parade, Concert Music, dan Marching Show.
Di Street Parade angkat budaya Melayu lewat penampilan bertajuk Nazam Berkasih sebagai upaya perkenalkan identitas seni budaya daerah.
Kontingen BBDC 136 orang terdiri 127 anggota serta unsur pendukung termasuk pelatih dan tim medis.
Keikutsertaan di Piala Raja HB X 2026 diharapkan jadi kesempatan ukir prestasi sekaligus perkenalkan kreativitas seni dan budaya Melayu. (ria fahrudin)





