BERITABATAM.COM, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad paparkan inovasi unggulan Pemko Batam dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 BSKDN Kemendagri, Kamis, 5 November 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Embung Fatimah.
Amsakar menegaskan inovasi bukan formalitas, tapi kebutuhan untuk jawab tantangan daerah dan tingkatkan pelayanan publik.
Cakupannya mulai dari kesejahteraan masyarakat, SDM, tata kelola, infrastruktur berkelanjutan, lingkungan, hingga penguatan ekonomi daerah.
Komitmen itu terlihat dari Indeks Inovasi Daerah yang naik dari 37,33 pada 2021 menjadi 61,90 pada 2025.
Diperkuat Perda RPJMD 2025 dan pembentukan BRIDA lewat Perda Nomor 6 Tahun 2023.
Pada IGA 2026, Batam usulkan dua inovasi unggulan.
Pertama program pembinaan murid sekolah negeri penghafal Al-Qur’an yang mendorong prestasi akademik dan moderasi beragama.
Kedua, inovasi digital EBPHTB 2.0, sistem pengelolaan BPHTB terintegrasi secara paperless dan real-time antar Bapenda, BPN, KPP Pratama, ATR/BPN, dan perbankan.
EBPHTB 2.0 dongkrak penerimaan BPHTB naik 9,84% dari Rp492,15 miliar (2024) jadi Rp540,56 miliar (2025).
Pembayaran digital naik dari 29,5% jadi 46,15%. Semester I 2026 tumbuh 26,46% yoy jadi Rp288,17 miliar.
Selain itu ada pembayaran PBB-P2 via QRIS, layanan jemput bola Bapenda di 12 kecamatan dan 64 kelurahan, serta penyederhanaan perizinan dari 6-12 bulan jadi 3-4 bulan.
Pertumbuhan ekonomi Batam Semester I 2026 capai 7,28% dengan investasi Rp58,97 triliun.
Amsakar tutup dengan pentingnya evaluasi kebijakan per tiga bulan dan menjaga budaya inovasi lewat Batam Innovation Award yang pada 2025 libatkan 44 OPD. (ria fahrudin)





