BERITABATAM.COM, Batam – Dampak pemotongan Bukit Vista masih menjadi sorotan banyak pihak.
Setelah proyek cut and fill di lokasi tersebut dihentikan sementara oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.
Penghentian aktivitas tersebut dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkannya.
Mulai dari pergeseran tanah yang mengakibatkan jalan rusak dan pipa air bersih di Batam pecah.
Selain itu, pemotongan bukit ini juga mengakibatkan banjir lumpur di Perumahan Batam Indah setiap kali hujan deras turun.
Anggota Komisi I DPRD Batam Tumbur Hutasoit mengatakan, langkah yang diambil oleh Amsakar dan Li Claudia yang juga menjabat Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam itu sudah tepat, untuk menghentikan proyek pemotongan Bukit Vista.
Tumbur juga mempertanyakan dampak lingkungan dari perizinan pemotongan bukit tersebut.
”Kejadian ini harus menjadi perhatian serius Kepala BP Batam, untuk mengalokasikan lahan kepada investor,” kata Tumbur, Minggu, 13 Juli 2025.
Tumbur mengatakan saat ini kondisi pembangunan di Batam sangat masif.
Namun di tengah masifnya pembangunan, bencana banjir juga sangat sering terjadi.
”Sekarang kalau kita melihat hujan deras sebentar, sudah terjadi banjir. Jadi kita berharap pembangunan yang terus gencar dilakukan jangan sampai menjadi bom waktu bencana di Batam,” kata Tumbur.
Ia mengatakan, yang memiliki wewenang penuh di bidang lahan adalah BP Batam.
Oleh sebab itu sebelum mengalokasikan lahan agar dipastikan dulu proses amdal-nya dilakukan dengan baik.
“Perhitungan dampak lingkungannya harus benar-benar diperhatikan, agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Menurutnya jika ada salah satu perizinan yang tidak dilakukan dengan baik, maka yang menjadi korban bukan hanya lingkungan, tetapi investor juga rugi.
“Jadi pihak BP Batam harus benar-benar melihat seluruh perizinan yang diperlukan diurus dengan baik,” kata Tumbur. (ria fahrudin)




