Beranda Uncategorized di-balik-pembunuhan-yuliana-sang-pelanggan-tak-puas-dilayani-dengan-cepat.

di-balik-pembunuhan-yuliana-sang-pelanggan-tak-puas-dilayani-dengan-cepat.

 di-balik-pembunuhan-yuliana-sang-pelanggan-tak-puas-dilayani-dengan-cepat.

Beritabatam.com — Teka-teki pembunuhan Yuliana MS (25), seorang janda muda di Palembang akhirnya terpecahkan.

Polisi mengamankan seorang pria berbadan gempal di sebuah tempat persembunyiannya.

Pria tersebut adalah Agus Saputra (24 tahun) yang kini sudah terungkap sebagai pembunuh Yuliana.

Polisi memastikan, pelaku adalah pelanggan korban yang memesan jasa untuk menemaninya. Sebelumnya Agus telah sepakat memesan layanan itu melalui aplikasi percakapan.

“Pelaku ini adalah pelanggan (korban). Perjanjian mereka untuk melakukan ‘kegiatan itu’ selama tiga jam.”

“Namun dalam pelaksanaannya pelaku merasa belum habis waktunya, tapi korban merasa sudah selesai,” ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra saat ditemui di RS Polri M Hasan Palembang.

Merasa kesal karena menganggap tidak sesuai perjanjian, pelaku akhirnya nekat menghabisi nyawa Yuliana.

“Pelaku merasa kesal dan kecewa yang kemudian dia melakukan tindakan melebihi dari seharusnya. Sehingga dengan khilaf terjadi tindak pembunuhan seperti itu,” ujarnya.

Agus Saputra ditangkap di tempat persembunyiannya di salah satu tempat kosan Jalan Rimba Kemuning, Lorong Buyut Palembang.

Pelaku terpaksa harus merasakan timah panas di kedua kakinya lantaran melawan pada saat akan ditangkap.

COM — Teka-teki pembunuhan Yuliana MS (25), seorang janda muda di Palembang akhirnya terpecahkan.

Polisi mengamankan seorang pria berbadan gempal di sebuah tempat persembunyiannya.

Pria tersebut adalah Agus Saputra (24 tahun) yang kini sudah terungkap sebagai pembunuh Yuliana.

Polisi memastikan, pelaku adalah pelanggan korban yang memesan jasa untuk menemaninya. Sebelumnya Agus telah sepakat memesan layanan itu melalui aplikasi percakapan.

“Pelaku ini adalah pelanggan (korban). Perjanjian mereka untuk melakukan ‘kegiatan itu’ selama tiga jam.”

“Namun dalam pelaksanaannya pelaku merasa belum habis waktunya, tapi korban merasa sudah selesai,” ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra saat ditemui di RS Polri M Hasan Palembang.

Merasa kesal karena menganggap tidak sesuai perjanjian, pelaku akhirnya nekat menghabisi nyawa Yuliana.

“Pelaku merasa kesal dan kecewa yang kemudian dia melakukan tindakan melebihi dari seharusnya. Sehingga dengan khilaf terjadi tindak pembunuhan seperti itu,” ujarnya.

Agus Saputra ditangkap di tempat persembunyiannya di salah satu tempat kosan Jalan Rimba Kemuning, Lorong Buyut Palembang.

Pelaku terpaksa harus merasakan timah panas di kedua kakinya lantaran melawan pada saat akan ditangkap.

Luka yang ada di tubuh korban, karena benturan benda tumpul.

Luka yang ada di tubuh korban terdapat di muka, tangan, kaki dan leher.

Penangkapan

Agus ditangkap polisi ditempat persembunyiannya di sebuah rumah kos di Palembang, Minggu (17/1/2021)

“Pelaku ini adalah pelanggan (korban),” ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra saat ditemui di RS Polri M Hasan Palembang.

Irvan datang untuk melihat kondisi Agus Saputra yang mendapat perawatan karena kedua kakinya ditembak akibat melawan petugas saat akan ditangkap.

Saat berada di IGD RS Polri M Hasan Palembang, pria bertubuh gempal itu tampak berusaha menutupi wajahnya dengan baju kaosnya yang sudah berlumur darah.

Tanpa banyak bicara, Agus tampak sesekali meringis kesakitan menahan sakit dari bekas luka tembak pada kedua kakinya.

Setelah mendapat perawatan, ia langsung dibawa aparat menuju Polrestabes Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tak hanya itu, polisi juga turut membawa sepeda motor Honda Beat merah putih bernomor BG 4614 WG milik Agus yang diamankan sebagai barang bukti.

Dengan ditangkapnya Agus, membuka tabir dibalik tewasnya Yuliana.

Diketahui, ciri-ciri Agus sama persis seperti yang diungkapkan oleh seorang sumber yang ditemui tribunsumsel.com saat kembali mendatangi TKP pembunuhan tepatnya di Hotel Rio Palembang, dua hari setelah Yuliana ditemukan tewas, Kamis (7/1/2021) siang.

Saat itu, berdasarkan keterangan seorang yang enggan disebutkan namanya, Yuliana sudah satu minggu menginap di hotel tersebut sebelum akhirnya ditemukan tewas.

“Dia sama dua orang pria temannya memesan satu kamar hotel disini, namanya Angga dan Wahyu. Tapi selama satu minggu itu, mereka sempat pindah-pindah kamar,” ujarnya saat itu.

Dari perbincangan tribunsumsel.com dengan orang tersebut, diketahui ada seorang pria yang sempat bersama korban di dalam kamar beberapa jam sebelum ditemukan tewas.

Namun tidak diketahui identitas dari pria misterius itu.

“Perawakannya agak gemuk dan diperkirakan seumuran dengan korban. Pria itu datang pakai masker dan motor matic,” ujarnya.

Sumber tersebut mengatakan, pria itu datang ke hotel dengan menggunakan sepeda motor matic pada Selasa (5/1/2021) malam, sekira pukul 20.00 WIB

Namun ia sempat ditegur oleh salah seorang petugas hotel lantaran memarkirkan motornya persis di depan pintu masuk.

“Ditegur supaya motornya dipindahkan ke belakang karena memang itu tempat parkirnya. Sedangkan untuk plat motornya tidak ada yang tahu. 

Petugas hotel juga tidak terlalu memperhatikan. Dan dari CCTV juga buram karena plat motornya dilapisi sama pelapis berbahan akrilik, jadi silau tidak terlihat jelas di rekaman,” ujarnya.

Setelah memarkirkan motornya dengan benar, pria tersebut masuk ke lobi dan sempat duduk selama beberapa saat sembari memainkan handphone miliknya.

Kemudian naik ke lantai 6 dan masuk ke kamar tempat korban menginap.

Sementara, kedua rekan korban yakni Angga dan Wahyu pergi keluar hotel.

Sekira pukul 22.30 WIB, kedua rekan korban kembali ke hotel dan sempat duduk di lobi.

Tak lama kemudian atau sekira pukul 22.40, rekan korban kemudian memutuskan untuk naik ke lantai 6 tempat korban dan pria misterius itu berada.

Namun di lorong kamar hotel lantai 6, rupanya rekan korban secara tak sengaja bertemu dengan pria misterius itu yang sudah terlihat gugup dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.

“Bertemu di lorong itu juga dari keterangan dua rekan korban waktu jenazah dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Rekan korban kemudian masuk ke kamar tempat rekannya itu berada.

Tak lama kemudian Angga dan Wahyu meminta pertolongan kepada petugas di lobi hotel terkait kondisi korban yang sudah penuh luka di atas kasur.

“Kita curiga sama pria misterius itu karena dia seperti ketakutan. Langsung berjalan cepat meninggalkan hotel,” ujarnya. (Shinta Dwi Anggraini)

- Advertisment -
- Advertisment -