Beranda NASIONAL Tidak Hamil Kok Melahirkan, Ini Kata Kepala Puskesmas

Tidak Hamil Kok Melahirkan, Ini Kata Kepala Puskesmas

BERITABATAM.COM, Cianjur – Seorang janda bernama Siti Jainah (25), warga Kampung Gabungan RT 02/02, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur tiba-tiba melahirkan seorang bayi.

Bukan hanya warga, Siti pun kaget dengan peristiwa tersebut. Dirinya pun mengakui bahwa selama ini rutin haid setiap bulannya.

“Kalau proses haid saya normal sebulan sekali. Makanya saya kaget tiba-tiba perut saya bisa langsung hamil dan melahirkan bayi. Jujur saja hingga sekarang ini saya masih merasa kaget. Mungkin ini sudah takdir dari Allah SWT. Yang terpenting saya dan dedek bayi sehat,” kata Siti dilansir dari tribunnews.com.

Saat melahirkan, Siti Jainah menyandang status janda selama empat bulan. Ia sudah cerai dengan seorang warga asal Agrabinta.

“Beberapa jam sebelum melahirkan, saya merasa ada yang masuk ke dalam rahim dan terasa sakit. Setelah itu selama 15 menit perut saya membesar. Selang dua menit perut saya kembali rata dan besar lagi dan akhirnya saya merasakan mules dan langsung melahirkan seorang bayi berjenis perempuan,” kata Siti.

Setelah saya cek ke lokasi bersama Kapolsek dan Pak Camat, keadaan ibu dan bayinya dalam keadaan sehat dan proses kelahirannya normal. Jenis kelamin perempuan dan berat bayi 2,9 kilogram, jelas Kepala Puskemas Cidaun, Eman Sulaeman.

Penjelasan Kepala Puskesmas

Kepala Puskemas Cidaun, Eman Sulaeman, mengatakan, terkait adanya kelahiran bayi tanpa merasa mengandung itu dari sisi medis tidak mungkin.

“Dalam dunia medis ada yang disebut cryptic pregnancy atau hamil samar, di mana si ibu tidak menyadari dirinya sedang hamil dan baru tahu setelah tiba waktunya melahirkan. Jadi ini merupakan hal yang sudah biasa terjadi walaupun kasusnya tidak banyak,” katanya.

Eman mengatakan, terkait kehamilan yang tersembunyi itu bisa disebabkan dari bentuk organ tubuh, bisa juga dari riwayat KB yang dipakai sehingga proses kehamilannya tidak bisa terdeteksi.

“Kalau menurut saya ini proses kehamilan yang normal namun tidak terlihat. Munculnya saat proses persalinan,” katanya.

Eman bersyukur untuk proses kelahirannya dibantu oleh bidan puskemas. (*)

- Advertisment -