BERITABATAM.COM, Jakarta – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menggelar pertemuan informal dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Kafe Kemensos, Rabu, 29 April 2026.
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat dan infrastruktur layanan publik di Kepri.
Salah satu poin utama adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kepri. Pemprov telah menyiapkan lahan 10 hektar di ibu kota provinsi, berhadapan dengan UMRAH.
Mensos berkomitmen segera merealisasikan pembangunan gedung dengan berkoordinasi bersama Kementerian PU untuk penyesuaian anggaran.
Beberapa program prioritas turut dibahas, di antaranya:
1. Rehabilitasi rumah nelayan dengan bantuan Rp50 juta per unit.
2. Proteksi sosial lewat skema BPJS khusus dan bantuan untuk pengemudi ojol.
3. Percepatan elektrifikasi wilayah.
4. Penguatan permodalan UMKM bersama BRK Syariah.
Gubernur Ansar menekankan pentingnya rumah singgah bagi warga Kepri yang berobat rujukan di Jakarta dan Batam.
Ia juga menyoroti perlunya solusi efektif dari pusat untuk pemulangan jenazah warga Kepri yang meninggal di Jakarta.
Saat ini Pemprov tengah menyekolahkan 58 dokter spesialis dan subspesialis untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di kabupaten/kota.
Dibahas pula rencana pertemuan operator data dari sekitar 180 desa di Kepri.
Pemprov mengusulkan insentif bagi operator desa disertai pendampingan teknis langsung dari Kemensos agar data sosial lebih akurat dan terintegrasi.
Ansar menegaskan posisi strategis Kepri di jalur Selat Malaka dengan 30 juta kontainer per tahun.
Dengan capaian Standar Pelayanan Minimum, Kepri dinilai siap jadi role model kolaborasi nasional Kemensos dalam program kesejahteraan sosial.
“Sinergi pusat dan daerah jadi kunci agar program benar-benar dirasakan masyarakat. Kepri siap jadi daerah percontohan pelayanan sosial yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tegas Ansar.
Pertemuan turut dihadiri Kadis Sosial Kepri Mahadi Rahman dan Karo Umum Setjen Kemensos RI Salahuddin Yahya. (ria fahrudin)




