BERITABATAM.COM, Tanjungpinang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang menggelar Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal 2026 di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Barat, Senin 18 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 20 Mei ini diikuti 100 peserta dari kalangan pustakawan, pegiat literasi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.
Tujuannya mendorong lahirnya penulis muda yang mampu memperkenalkan budaya daerah melalui karya tulis kreatif.
Asisten Administrasi Umum Pemko Tanjungpinang Augus Raja Unggul menegaskan pelestarian budaya lokal harus diperkuat di tengah pesatnya arus informasi.
Ia menyebut sejarah daerah, adat istiadat, kuliner Melayu, sastra, hingga teknologi maritim Melayu perlu diangkat dalam tulisan agar identitas budaya tidak hilang.
“Kalau tidak dijaga dari sekarang, lama-lama masyarakat bisa tidak lagi mengenal budaya sendiri,” ujarnya.
Kepala DPK Tanjungpinang Meitya Yulianty menjelaskan program ini merupakan tahun kedua yang didukung dana nonfisik Perpustakaan Nasional.
Peserta mendapat pembekalan teknik penulisan, pengenalan budaya lokal, hingga penyuntingan karya.
Tulisan terpilih nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku antologi budaya lokal untuk koleksi perpustakaan.
Menurut Meitya, kegiatan ini juga bagian dari upaya melanjutkan tradisi literasi Melayu Tanjungpinang yang pernah melahirkan tokoh besar seperti Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat. (ria fahrudin)




