BERITABATAM.COM, Kepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan atau PUPP Kepri tahun 2026 menggarap 4 proyek pengendalian banjir.
Rinciannya 2 proyek di Kabupaten Karimun dan 2 proyek di Pulau Bintan.
Proyek ini menyasar lahan pertanian yang terendam, permukiman warga yang rusak, hingga ancaman buaya masuk ke pemukiman.
Di Karimun, Dinas PUPP melakukan normalisasi parit di Jalan Kemunting RT 01 RW 03 Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara.
Selain itu membangun pintu air di Dusun 4 Desa Sebesi, Kecamatan Kundur.
Sementara di Bintan, proyek dikerjakan di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur.
Pekerjaannya meliputi pemasangan batu miring, normalisasi, dan perbaikan saluran yang patah.
Satu lagi di Kampung Kepodang II, Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang.
Di lokasi ini Pemprov membangun pagar pengaman di sempadan sungai sepanjang 70 meter.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPP Kepri, Dona Astriana, menyebut proyek di Karimun tak hanya untuk pengendalian banjir, tapi juga mendukung ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden RI.
“Pembangunan di dua lokasi ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lahan pertanian, sehingga tidak mengganggu produksi pertanian atau perkebunan masyarakat,” ujar Dona, Rabu 6 Agustus 2026.
Hal sama juga menjadi dasar proyek di Kampung Purwodadi. Banjir 2021 lalu tidak hanya merendam rumah, tapi juga merusak tanaman perkebunan warga.
Proyek di Kampung Kepodang II disebut paling mendesak. Sejak akhir 2020, banjir merendam 4 dari 60 rumah hingga sedada orang dewasa.
Tanah belakang rumah tergerus dan pagar pengaman patah.Selain erosi, lokasi ini rawan kemunculan buaya.
“Sungai di belakang Perumahan Anggrek Pinang itu adalah jalur lintasan buaya,” tegas Dona.
Dona berharap dukungan masyarakat di lokasi agar pekerjaan bisa tuntas dan mengurangi dampak kerugian materil warga. (oppy afio)




